InvestigasiMabes.com | Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Dr. Ketut Sumedana dalam Siaran persnya pada hari Senin 6 November 2023, mengatakan bahwa Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 7 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, yaitu:
1. Tersangka Mustafa alias Tafa dari Kejaksaan Negeri Manggarai, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
2. Tersangka Kristianus Je alias Kris dari Kejaksaan Negeri Ngada, yang disangka melanggar Pasal 335 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pengancaman.
3. Tersangka Adrianus Lake alias Adi dari Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
4. Tersangka Carlitu Sonbay alias Carlitu dari Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, yang disangka melanggar Pasal 480 ke-1 atau ke-2 KUHP tentang Penadahan.
5. Tersangka Yusri Adiy, S.Hut., M.Si. alias Ucci bin Patta Intang dari Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.6. Tersangka Iqbal Muhammad alias Iqbal bin (Alm.) Muhammad Umar dari Kejaksaan Negeri Bungo, yang disangka melanggar Pasal 335 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pengancaman.
7. Tersangka I Lailatul Asro alias Lala binti A. Rahman, Tersangka II Saidah binti (Alm.) Abdul Wahab, Tersangka III Elmiya binti (Alm.) Abdul Wahab dan Tersangka IV Sri Aminah binti Yahya dari Kejaksaan Negeri Sarolangun, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain:
* Telah dilaksanakan proses perdamaian dimana Tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf.* Tersangka belum pernah dihukum.
Editor : Investigasi Mabes