InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - 18 Januari 2024 - Irigasi yang baru-baru ini selesai dibangun di Dusun Mandaluko Desa Tamansuruh, Banyuwangi, mengalami kebocoran serius yang menyebabkan jebol. Kejadian ini mengungkapkan kegagalan pengawasan yang signifikan dari Dinas Pertanian Banyuwangi, yang sebelumnya menunjuk CV Tim 9 Grup sebagai pelaksana proyek.
Dampak dari kebocoran ini tak hanya dirasakan oleh petani yang bergantung pada irigasi tersebut, tetapi juga merugikan pengguna jalan yang terganggu lalu lintasnya akibat air meluap ke jalan raya. Ketidakmampuan Dinas Pertanian dalam mengawasi pelaksanaan konstruksi menjadi sorotan utama dalam insiden ini.
Belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti dari jebolnya irigasi, namun di duga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya ( RAB ) publik menyoroti bahwa kejadian ini mencerminkan kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan proyek oleh dinas terkait. Para pihak berharap agar pemeriksaan lebih lanjut dapat mengungkapkan akar masalah dan menetapkan langkah-langkah pencegahan di masa depan.
Saat media mencoba mengonfirmasi insiden ini melalui panggilan WhatsApp, CV Tim 9 Grup enggan memberikan klarifikasi atau tanggapan terkait kegagalan proyek yang mereka kelola. Bahkan, upaya media untuk berkomunikasi melalui chat juga tidak mendapatkan respons dari pihak kontraktor.
Sikap bungkam CV Tim 9 Grup ini menuai kritik dari masyarakat dan media setempat, yang menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan dalam mengatasi situasi ini. Publik berharap agar kontraktor ini segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab jebolnya irigasi dan langkah-langkah yang akan diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dinas Pertanian Banyuwangi juga diminta untuk lebih proaktif dalam menanggapi insiden ini dan menegaskan tindakan yang akan diambil terhadap CV Tim 9 Grup. Keterbukaan dan pertanggungjawaban dari semua pihak dianggap penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. ( Yanto )
Editor : Investigasi Mabes