Tanah H Randi diserobot Universitas Abdurrab

Foto Investigasi Mabes
Tanah H Randi diserobot Universitas Abdurrab
Tanah H Randi diserobot Universitas Abdurrab

InvestigasiMabes.com | Kampar - Tanah milik H Randi seluas 17.500 M² dengan SHM No 8815 diserobot oleh Universitas Abdurrab (Univrab) untuk membangun Kampus 3 Fakultas Kedokteran di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. 

Kenedy Sentosa jurubicara H Randi mengatakan Pembina Yayasan Abdurrab DR. dr. Susiana Tabrani, M.Pd, melakukan peletakan batu pertama dilokasi milik orang lain yang sudah ber SHM dengan luas 35x500 meter persegi. 

"Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan kampus 3 Fakultas Kedokteran ini, oleh Pembina Yayasan Abdurrab DR. dr. Susiana Tabrani, M.Pd, beberapa waktu yang lalu adalah ilegal dan perbuatan melawan hukum" kata Kenedy pada sabtu 23 Maret 2024.

Piihaknya menilai apa yang dilakukan dr. Susiana Tabrani dengan menggesa pembangunan fasilitas termasuk rencana pembangunan Rumah Sakit Fakultas Kedokteran adalah tidak wajar dan bertentangan dengan prinsip almarhum Tabrani Rab itu sendiri sebagai pejuang masyarakat tertindas. 

"Harusnya dicari solusi jangan main rampas tanah orang, padahal Tabrani Rab adalah pejuang rakyat, kenapa bertolak belakang dengan anaknya yang ambisius" tambahnya. 

Pihak H Randi menilai jangan nanti biaya investasi sudah banyak keluar akhirnya bermasalah, kami yakin semua pembiayaan itu bersifat mandiri, tanpa ada pinjaman dari perbankan, karena tidak mungkin bank mau membiayai lahan bermasalah. 

"Pihak bank tentu akan kroscek kepemilikan lahan, dan pasti mereka batalkan pencairan dana kalau suratnya tak ada" jelasnya. 

Akhirnya nanti Fakultas Kedokteran Univrab merupakan satu-satunya Fakultas Kedokteran swasta di Riau namun dengan citra buruk diduga dibangun dengan meyerobot lahan orang lain. 

Kalau jelas ganti rugi dan duduk bersama sebenarnya pihak H Randi tidak masalah lahannya dibangun Kampus dan Rumah Sakit Fakultas Kedokteran, karena nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Riau untuk mendapatkan pendidikan khususnya yang ingin kuliah kedokteran. 

"Namun jangan main serobot, harus jelas ganti rugi karena lahan itu sudah SHM dan dibeli dengan keringat dan air mata, sampai kapanpun akan kami lawan ketidak adilan ini" tutur Kenedy. 

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini