Kontraktor Jalan Semenisasi Gunakan Besi Berkarat

Foto Investigasi Mabes
Kontraktor Jalan Semenisasi Gunakan Besi Berkarat
Kontraktor Jalan Semenisasi Gunakan Besi Berkarat

InvestigasiMabes.com | Pekanbaru -  Pembangunan Jalan Semenisasi Lingkungan Permukiman Dusun II Tarab Mandiri Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar tanpa pengawasan PPK/PPTK, soalnya dalam pekerjaan tersebut kontraktor memasang besi untuk lapisan beton Jenis Wiremesh M6 yang sudah berkarat. 

Dari pantauan Media Investigasi dilapangan terlihat pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana pada Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau terlihat memasang besi Wiremesh berkarat disamping itu pengerjaannya diduga juga Asal Jadi, dimana setelah pekerja melakukan pembersihan lokasi pekerjaan, tapi tidak menyingkirkan sampah dan humus (Rumput) yang ada di badan Jalan lalu memasang papan bekisting dan melapisi dengan plastik terpal berwarna hitam lalu meletakkan besi tikar (Wiremesh M6).

Dari papan nama kegiatan yang terpajang berwarna kuning didekat Lokasi terlihat Kegiatan Urusan Penyelenggaraan PSU Permukiman, Pekerjaan Pembangunan/Peningkatan Jalan Semenisasi Lingkungan Permukiman Desa Tarai Mandiri Kec. Tambang Kab, Kampar yang dikerjakan oleh CV. Mitra Usaha Mandiri berdasarkan Kontrak Nomor : 623/PUPRPKPP/PKP/KTR-FISIK-KAMPAR/01 dengan Nilai Kontrak RP. 439.101.000,00 dengan Sumber Dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2024. 

Namun disayangkan pekerjaan tersebut menjadi perbincangan sebagian orang apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan gambar bestek dan spesifikasinya, seperti apa gambar besteknya itu, apakah metoda pelaksanaannya begitu, apakah memang boleh memakai besi yang sudah berkarat ini ujarnya. 

Salah seorang yang ada dekat lokasi ketika dikonfirmasi apakah ia sebagai pelaksana atau pengawas proyek, mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai pengantar material seperti Besi Wiremesh itu, kami dari toko *Rutin Bangunan* hanya disuruh mengantarkan ini ucapnya. 

Untuk diketahui bahwa kegiatan atau proyek yang dilaksanakan pemerintah adalah yang dari rakyat dan rakyat berhak untuk mengkritisi, apalagi jalan lingkungan merupakan tempat lalu lalang kendaraan warga setiap harinya dan tentu harus mengutamakan material yang berkualitas seperti besi tadi, seharusnya kontraktor tidak membeli besi wiremesh atau menghindari memilih wiremesh yang berkarat. Hal ini dikarenakan keberadaan karat pada besi menandakan bahwa telah mengalami penurunan pada kualitasnya. Selain itu besi wiremesh yang sudah berkarat juga tidak sekuat besi wiremesh yang bebas dari karat, sehingga kurang optimal untuk digunakan sebagai pondasi bangunan jalan. 

Jika wiremesh yang dari awal tidak mempunyai warna mengkilap dan kotor, sebaiknya hindari untuk membelinya karena besi tersebut merupakan besi bekas, banci, atau produk yang defect. Hal ini dikarenakan yang masih baru pasti memiliki kualitas yang baik serta memiliki warna yang mengkilap dan bersih. Sebab jika tetap membeli atau memilih besi wiremesh yang bernoda dikhawatirkan dapat memicu muncul karat dan kerusakan lainnya sehingga kekuatan dari besi ini akan berkurang, dan tentunya kurang ideal untuk dijadikan material untuk konstruksi bangunan, disamping itu kontraktor harus memilih wiremesh yang memiliki sertifikat SNI. Karena dengan bersertifikat SNI sudah dipastikan terbuat dari campuran bahan baku yang berkualitas. Penggabungan dari bahan bahan membuat besi wiremesh mempunyai ketahanan terhadap korrosi atau karat yang lebih kuat dibandingkan dengan besi-besi yang mempunyai kualitas banci, pertanyaan disini dimana Pengawas, dan PPKnya ? 

PPTK Semenisasi Ahmad tidak dapat dikonfirmasi karena tidak pernah dijumpai di kantornya, begitu juga dengan Kabid PKP Khairul Rizal juga tidak pernah dijumpai di kantornya ketika dikirimkan pesan melalui nomor WhatsAppnya juga tidak merespon. 

Untuk itu masyarakat meminta kepada Inspektorat Provinsi Riau dan Aparat penegak hukum untuk memanggil kontraktor dan Toko Rutin Bangunan yang telah memperjualbelikan material berkarat. (Ef)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini