InvestigasiMabes.com | Sumut, 6 Mei 2024 – PT Agincourt Resources untuk kedua kalinya kembali menggelar Aksi Tanam Mangrove “Dari Hati Untuk Bumi” .Kali ini, pengelola Tambang Emas Martabeitu menanam 60.000 bibit Mangrove serta menebar 50.000 bibit kerang dan kepiting di atas lahan seluas 19 hektar di Kelurahan Kalangandan Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Sebelumnya, pada Februari 2023, PT Agincourt Resources (PTAR) menanam 30.000 bibit Mangrove dilahan seluas 10 hektar serta menebar 10.000 bibit kerang.
Dengan demikian, PTAR telah memendam 90.000 bibit Mangrove di area seluas 29 hektar. Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Muliady Sutio, mengatakan penanaman Mangrove di sekitar lokasi pertambangan merupakan wujud nyata komitmen PTAR dalam menjaga lingkungan hidup dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Hal ini pun sejurus dengan kewajiban pemegang izin usahapertambangan (IUP) dalam memenuhi pelaksanaan aspek pengelolaan lingkungan hidup pertambangan, reklamasi, serta pasca tambang dan pasca operasi yang dimuat dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2018. “Aksi Tanam Mangrove ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan.
Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekitar wilayah operasional dan secara aktif berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup,” kata Muliady saat membuka acara Aksi Tanam Mangrove di Pandan,Senin(3/6/2024) Sama seperti sebelumnya,di Aksi Tanam Mangrove “Dari Hati Untuk Bumi” kali ini, PTAR menggandeng Kelompok Tani Hutan Mandiri Lestari. Bibit Mangrove yang disiapkan kali ini adalah bibit lokal jenis rhizophora sp, Avicennia spp, Nypafruticans, Bruguiera sp, siap tanam berusia 3 bulan di persemaian.Sementara, bibit kelompok Crustacea atau kelompok kerang yang disebarkan berjenis lokus dan kepiting berjenis bakau dalam kondisi sehat dan segar. Selain memiliki manfaat ekologis, Aksi Tanam Mangrove diharapkan berdampak positif pada keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Ekosistem Mangrove nantinya dapat dikembangkan menjadi area perikanan dan pariwisata.

“Melalui Aksi Tanam Mangrove ini, kami merealisasikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muliady. Aksi Tanam Mangrove tidak hanya mencerminkan komitmen PTAR terhadap kaidah teknis pertambangan yang baik (good mining practice), tetapi juga menunjukkan komitmen PTAR dalam menjalankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) . Implementasi aspek ESG secara konsisten dilakukan PTAR. Terbukti, sepanjang 2012 hingga 2023PTAR telah menanam 73. 815 bibit pohon di area reklamasi dan 38.306 bibit di luar area Tambang Emas Martabe. Sementara, lahan yang sudah direklamasi selama 2012 sampai 2023 mencapai 47,18 hekar.
Sebagai bagian dari Grup Astra, Aksi Tanam Mangrove ini bertujuan mendukung Astra 2030Sustainability Aspirations yang menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca Grup Astra Scope 1 dan2 sebesar 30% . Hal ini sejalan dengan Natio- nally Determined Contribution (NDC) yang memuat komitmen negara untuk menetapkan target pengurangan emisi di Indonesia, salah satunya dengan caramembangun ekosistem Mangrove. Dalam sambutannya secara daring, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara KementerianESDM, Sunindyo Suryo Herdadi, memberikan apresiasi kepada PTAR yang telah menyelenggarakan penanaman Mangrove dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan sub sektor pertambangan mineral dan batu bara untuk terus mendorong penggunaan teknologi serta menerapkan monitoring dan evaluasi dalam melaksanakan reklamasi lahan bekas tambang.
Editor : Investigasi Mabes