InvestigasiMabes.com l Saumlaki - Misteri meninggalnya anak 11 tahun Yohana Ambalangi Wermasubun pasca kampanye dialogis pasangan calon nomor urut 3 RJ-JCR di Desa Awear Kecamatan Yaru Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku beberapa waktu lalu semakin menarik diikuti.Atas misteri "nasi bungkus", tangisan keluarga korban, dan harapan orang tua kepada pihak kepolisian untuk mengusut dugaan keracunan makanan sebagaimana dimuat beberapa media cyber, Buarnimel Yemporiaman pemuda asal Sifnane Omele Kecamatan Tanimbar Selatan terdorong menyuarakan harapan dan ketegasannya sebagai representator generasi muda yang peduli masa depan Tanimbar lewat media ini pada Selasa, 15/10/2024 pukul 11:45 WIT.
Misteri nasi bungkus dan dugaan keracunan makanan warga Desa Awear semakin menguat terlebih setelah jiwa seorang anak 11 tahun tak terselamatkan tim medis setempat.Fakta duka yang menyayat hati dan nurani keadilan dalam doa dan harapan orangtua korban masih terasa mengambang tak jelas tatkala sejumlah argumen lisan-tulisan pelbagai pihak dibiarkan "berperang" dalam sejumlah WhatsApp Grup Lokal dan media cyber dari sudut dan pojok kepentingannya masing-masing.
Menghadapi fakta duka di satu sisi dan drama politik yang mengusik nurani kemanusiaan di sisi lainnya, Pemuda Omele yang dikenal kalem dan sering kritis dalam beberapa tulisan lepasnya di media sosial ini lantas meluapkan pandangannya."Bingkai kasusnya jelas terlihat : kampanye dialogis pasangan calon nomor 3 RJ-JCR. Lokus/tempat kegiatan juga jelas, Desa Awear (salah satunya). Sejumlah warga dilarikan ke Puskesmas Romean (ibukota kecamatan Yaru) pasca mengkonsumsi nasi bungkus yang dibagikan tim kampanye juga merupakan indikator faktualnya. Bahkan, meninggalnya Yohana Wermasubun semakin menguatkan dugaan korelasi dampak tak diharapkan dari giat politik tersebut. Itu artinya, harus ada yang bertanggungjawab!", tegas Buarnimel.
Dirinya melanjutkan, "saya tidak berhak memvonis siapa salah siapa benar. Namun, satu hal yang pasti, harus ada yang bertanggungjawab atas jatuhnya korban jiwa tersebut," pungkasnya.Dengan mereferensi sejumlah pemberitaan media, diantaranya : Pengakuan Kades Awear Buka Tabir "Nasi Bungkus Maut" Paslon Nomor Urut 3 (Sindonews86.com), Kasus "Nasi Bungkus" Pembawa Maut di Awear Diduga Ditutup-tutupi untuk Lindungi Seseorang (Sindonews86.com), Keluarga Korban Meninggal di Awear Minta Polisi Usut Dugaan Keracunan Makanan (CNN Indonesia.id), BY pun berkomentar singkat,
"Apakah kasus "nasi bungkus" ini tidak bisa diseriusi secepatnya oleh pihak berwajib? Jika jatuhnya korban jiwa tersebut punya korelasi sangat dekat bahkan tak terpisahkan dengan hajatan politik pilkada Tanimbar, lebih kusus lagi kegiatan pembagian nasi bungkus oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, maka sangat disayangkan bila progres penanganannya masih jauh dari kata serius.Bahkan, bila persoalan ini tak segera diseriusi secara adil maka bukan tidak mungkin, pasangan calon nomor urut 3 akan sulit menghidari sejumlah evaluasi negatif berdasar indikator negatif yang sudah tersaji dalam balutan rasa duka mendalam masyarakat Awear kususnya dan seluruh masyarakat Tanimbar pada umumnya.
Apakah fakta ini bisa disebut :AMBISI POLITIK BERUJUNG MAUT? Entahlah. Setiap kita berhak berkomentar tanpa harus menjustifikasi person atau pasangan calon tertentu.Beranjak dari persoalan itu, dirinya (BY) pun lantas mengajak seluruh masyarakat Tanimbar agar lebih peka dan kritis membaca sejumlah persoalan yang telah dan sedang dihadapi sebagai referensi untuk menilai ketulusan hati para calon pemimpin daerah yang sedang berkontestasi dan berjibaku di panggung politik Tanimbar hari-hari ini."Sebagai bagian dari generasi muda Bumi Duan Lolat, saya mengajak seluruh masyarakat Tanimbar untuk lebih peka, kritis, dan bijaksana mempelajari serta menyeleksi calon pemimpin terbaik yang sungguh-sungguh layak memimpin dan membawa daerah ini kepada kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana kita rindukan bersama," ucapnya.
Kepada instansi dan para pihak berwenang, mewakili generasi muda Tanimbar BY sangat berharap agar persoalan misteri "nasi bungkus" segera ditangani/diproses tegas dan transparan demi memenuhi aspek keadilan bagi keluarga korban.Mengakhiri perjumpaan dengan media ini, BY pun menitipkan pesan bagi generasi muda Tanimbar.
"Kalau persoalan nasi bungkus ini tidak segera ditelusuri dan ditangani secara tegas dan transparan, yakinlah bahwa JATUHNYA KORBAN-KORBAN BERIKUTNYA bisa jadi hanya akan dibungkus dan dibiarkan SEBAGAI TONTONAN WAJAR DEMI MEMENUHI NAFSU, KESERAKAHAN, dan EGO POLITIK semata," ketusnya. (hy06).
Editor : Investigasi Mabes