Keluarga Alm Prada Josua ; Berjuang Mencari Keadilan Memang Mahal, Serasa Menerjang Badai

Foto Investigasi Mabes
Keluarga Alm Prada Josua ; Berjuang Mencari Keadilan Memang Mahal, Serasa Menerjang Badai
Keluarga Alm Prada Josua ; Berjuang Mencari Keadilan Memang Mahal, Serasa Menerjang Badai

“Pihak keluarga tidak percaya bahwa Prada Josua meninggal akibat bunuh diri, karena pada Minggu 30 Juni sekira pukul 22.00 Wib ada foto dan video yang dikirim dari WhatsApp Prada Josua ke kekasihnya Juli Sihombing. Pesan singkat itu menunjukkan Josua akan menghabisi nyawanya sendiri karena putus cinta, ini sangat tidak masuk akal,” beber Dr Freddy Simanjuntak SH, MH.Kemudian, Dr Freddy Simanjuntak SH, MH, kejanggalan lainnya terletak pada foto dan video itu yang menunjukkan Josua dalam kondisi leher terjerat tali. Ia juga mempertanyakan bagaimana bisa seseorang yang terjerat tali di lehernya bisa mengambil video sendiri.

“Kejadian ini sangat aneh bagaimana ia bisa mengambil Video sementara leher Prada Josua dalam kondisi terpilin tali, didalam rekaman video berdurasi 36 detik itu juga sempat ada suara seperti orang membuka atau menutup pintu artinya berarti ada orang lain dilokasi kejadian,” beber Dr Freddy lagi.Selanjutnya, beber Dr Freddy, pada umumnya orang gantung diri ditemukan dengan keadaan mata membelalak dan lidah terjulur. Tapi dalam video dan foto itu, Josua tampak memejamkan mata dengan lidah terlipat ke dalam.

Kejanggalan Kematian Almarhum Prada Josua tidak ada kamera pengawas atau CCTV di TKP. Padahal Josua ditemukan tewas di Gudang-1 Logistik Yonif 132/BS. Selain itu, kondisi lampu di tempat itu juga mati pada saat kejadian. Namun, dalam video Josua ada sorot cahaya dari handphone.“Karena, tempat penyimpanan senjata atau alutsista justru harus pakai penerang, Karena itu barang-barang yang berharga, alat-alat perang, yang menjadi tanda tanya kita juga apakah gudang tempat penyimpanan itu tidak menggunakan CCTV, ini sangat aneh dan janggal,” tandas Dr Freddy.

Kejanggalan lainnya mayat Almarhum Josua yang diduga ada bekas penyiksaan, Dr Freddy Simanjuntak SH, MH memaparkan diketahui, Prada Josua meninggal pada 30 Juni 2024 pukul 22.30 dan jenazah Prada Josua sampai dirumah Sakit Tentara pada 01 Juli 2024 pukul 11.30 Siang. Ada selang waktu 12 jam jenazah tidak tahu ditempatkan posisinya dimana ?“Kemudian jenazah Prada Josua, pengakuan Dokter Rumah Sakit Tentara disuntikkan formalin sebanyak 2,5 Liter dihari yang sama sekira pukul 20.00 Wib, pihak dokter Rumah Sakit Tentara pun memeriksa hanya dibagian luar jenazahnya saja,”katanya.

Selanjutnya, Dr Freddy Simanjuntak SH, MH juga mengungkapkan keanehan jenazah Prada Josua ketika sampai rumah duka pada 02 Juli 2024 sekira pukul 08.00 Wib pagi di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu.“Kondisi jenazah Prada Josua banyak menandakan keanehan, ada memar-memar dibagian muka dan perut, kemudian dibagian lengan tangan seperti terlihat remuk dengan diberi penopang kemudian di pilin menggunakan perban,”terang Dr Freddy.

Dikatakan Freddy lagi, bahwa pengakuan Dokter Rumah Sakit Tentara pada tanggal 01 Juli 2024 telah menyuntikkan formalin sebanyak 2,5 liter kepada tubuh almarhum Prada Josua.“Keanehan lain juga muncul pada tubuh Prada Josua, pengakuan Dokter Rumah Sakit Tentara telah menyuntikkan formalin sebanyak 2,5 liter, tetapi sesampainya jenazah pada di rumah duka terlihat mata dan tubuh Prada Josua membengkak serta seperti membusuk, pertanyaannya kalau benar disuntikkan formalin kenapa kondisi jenazahnya sepert itu ? ini sangat aneh, kami menduga ada unsur penghilangan barang bukti” terangnya.

Dr Freddy Simanjuntak SH, MH juga mempertanyakan tempat kejadian perkara lokasi Prada Josua menggantungkan diri sudah di bongkar Batalyon Infanteri 132 Salo.“Tempat Prada Josua menggantungkan diri itu sudah di bongkar, pertanyaanya mengapa mesti di bongkar, tali itu juga tidak ada lagi, ini juga ada indikasi dugaan untuk menghilangkan barang bukti, karena nanti jika ada reka ulang atau rekonstruksi perkara dilapangan sudah tidak ada lagi tempat ini, ditambah lagi Handphone Prada Josua ditahan oleh pihak terkait, “sampainya.

Dr Freddy Simanjuntak SH, MH juga menyampaikan bahwa Ayah Almarhum Prada Josua juga dimintai menandatangani sebuah surat oleh Komandan Resor Militer atau Danrem pada Senin malam, 1 Juli 2024 di Rumah Sakit TNI Pekanbaru.“Kemudian malam hari itu, Danrem bersama dengan tim dokter menyodorkan satu lembar surat kepada orang tua Josua untuk ditandatangani,” ujar Freddy.

Disampaikan Freddy, Simanjuntak Surat pernyataan oleh Wilson Lumban Tobing yang memuat tiga poin, yaitu tidak akan melakukan autopsi terhadap Josua, tidak akan menuntut secara hukum atas meningganya Josua, dan permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan“Merasa keberatan atas surat itu ditambahkanlah tulisan tangan oleh Wilson Lumban Tobing ‘jika ada bukti baru maka akan dilakukan proses hukum, kemudian barulah ditanda tanganinya, ”jelasnya.***(Tim).

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini