Pasien Mengeluh DPC Harimau Bandar Lampung Sigap Datangi Rumah Sakit Airan Jati Agung Lampung selatan

Foto Investigasi Mabes
Pasien Mengeluh DPC Harimau Bandar Lampung Sigap Datangi Rumah Sakit Airan Jati Agung Lampung selatan
Pasien Mengeluh DPC Harimau Bandar Lampung Sigap Datangi Rumah Sakit Airan Jati Agung Lampung selatan

InvestigasiMabes.com |Lampung Selatan - Sehubungan dengan adanya informasi dari salah satu pasien Rumah Sakit Airan kecamatan jati Agung kabupaten Lampung Selatan yang di Duga mendapat tekanan Dari oknum Dokter setempat yang memaksa pasien untuk di operasi.senin 7/01/25. 

Di jelaskan(Y)pasien kepada Yuni Ketua beserta anggota LSM Harimau DPC provinsi Bandar Lampung yang berniat untuk memeriksa kondisi kesehatannya, Namun setelah di periksa oknum Dokter langsung memvonis untuk segera di operasi dengan tidak mengikuti aturan operasi yang ada. 

Yang lebih aneh lagi, oknum Dokter yang memaksa pasien untuk operasi mengintervensi pasien, 

"Pak ini barusan pihak RS blg besok pagi plg tanpa obat dan gak ada obat jalan,Klu saya dioperasi gimana dengan anak saya,Ini alasan saya ga mau dioperasi lagian saya ga ngerasain seperti org yg kena usus buntu pak,wajar saya nolak operasi,Daftar pakai BPJS kok nolak operasi suruh plg dan bayar,Pak pihak RS sdh tanya lagike saya jam berapa mau urus pembayaran katanya,Pihak RS desak sekarang jg ke kasir pak,Pak pihak RS tetep minta bayaran".jelas pasien.

 Kemudian mendengar penjelasan dari pasien,ketua LSM Harimau DPC provinsi Bandar Lampung beserta kawan kawan bergegas menemui pihak Rumah Sakit Airan untuk meminta penjelasan yang di Duga oknum.

 Namun setelah adanya pembahasan,pihak Rumah Sakit mengatakan, nanti akan kami musyawarahkan kembali persoalan ini.ucapnya.

 Sementara itu perlu kita ketahui bersama bahwa.

 Sebelum menjalani operasi, pasien perlu melakukan beberapa persiapan, baik secara fisik maupun mental, seperti:

Pemeriksaan kesehatan: Dokter akan meminta pasien untuk melakukan check up pre-operasi, yang meliputi pemeriksaan fisik, cek laboratorium, rekam jantung, dan foto rontgen dada. 

Puasa: Pasien perlu berpuasa selama waktu yang sudah ditentukan, biasanya malam hari sebelum operasi. Puasa diperlukan untuk mengurangi kemungkinan muntah saat pembiusan, yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan merusak paru-paru. 

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini