Investigasimabes.com |Rembang - Forum terbuka antara pihak tambang galian C dan warga Rt 01 Rw 05 dukuhan tegalempar di gelar di kantor Desa Candi mulyo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang.Pada pertemuan terbuka kali ini, sebagai mediasi keamanan dan kenyamanan berlangsungnya acara di hadiri dari beberapa intansi terkait. Mewakili dari Koordinator Kecamatan Sedan, Koramil, Polsek Sedan, Pemerintah Desa Candi Mulyo, dan beberapa perwakilan warga masyarakat dukuhan tegalemper berjumlah 14 orang, pada hari Rabu,15/01/2025.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tuntutan warga dukuhan tegalempar kepada pihak Tambang telah di sepakati oleh kedua belah pihak. Meliputi CSR, ketertiban jam operasional tambang, biaya setoran dari pekerja kepada tambang yang terbilang mahal, dan hilangnya program intensif kepada beberapa rumah yang letaknya tidak kurang dari 20 meter dari lokasi aktifitas tambang.Termasuk pengelola tambang ikut bersinergi dalam perbaikan akses jalan desa yang rusak oleh ratusan truk armada yang melewati jalan desa tersebut.
Hal itu di paparkan sebelumnya oleh pemilik tambang Ny. Dian & Bp. Lutfi dalam rapat terbatas bersama seluruh warga sekitar tambang sehari sebelum forum rapat terbuka di gelar.Pengajuan sinergi perbaikan jalan juga di paparkan oleh Kepala Desa Candi mulyo Ahmad Zaenuri dalam pertemuan itu. Namun Direktur CV arzea Wahab ( bejo ) menolak atau keberatan dan berikan ajuan banding ke pihak Desa.
Kepala desa Ahmad Zaenuri Saat di konfirmasikan oleh wartawan mengenai beberapa ancaman yang beberapa waktu lalu sempat Viral di platfrom media Tik Tok(red) oleh pihak tambang kepada salah satu pekerja dan sopir truk mengaku tidak tahu." Selama ini tidak ada laporan masuk ke pemerintah desa mengenai ancaman itu, namun di hari ini sudah terhapus ". terang zaenuri kepada media.Sementara itu, wahab ( bejo ) selaku menjabat sebagai Direktur tambang menolak untuk memberi keterangan kepada awak media mengenai kasus pengancaman yang sempat geger di media sosial itu dan ajuan sinergi perbaikan jalan yang di layangkan langsung oleh dari pemerintah desa.Sehingga rapat terbuka pada hari rabu 15 januari 2025 menjadi babak baru di forum berikutnya mengenai perbaikan jalan bersama.
Awal sebelumnya, puluhan warga kecewa dengan peraturan tambang yang di buat sepihak oleh mandor tambang di tambah dengan pengancaman hingga menyulut amarah warga sehingga memblokade akses jalan tambang yang di duga serobot jalan penghubung antara dukuhan masuk desa./syfdn
Editor : Investigasi Mabes