Air Rebusan Jahe: Kesehatan Atau Risiko?

Foto Investigasi Mabes
Air Rebusan Jahe: Kesehatan Atau Risiko?
Air Rebusan Jahe: Kesehatan Atau Risiko?

4. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Senyawa antioxidan yang terdapat pada jahe membantu mengatasi infeksi serta memperkuat daya tahan tubuh.

5. Merawat Kesejahteraan Jantung serta Tingkat Glukosa dalam Darah

Sejumlah studi mengindikasikan bahwa jahe dapat membantu menjaga tingkat gula dalam darah dan juga merendahkan kolesterol jahat (LDL), hal ini baik untuk kardiovaskular.

Dampak Negatif Konsumsi Air Jahe Berlebihan

Walaupun berguna, mengonsumsi air rebusan jahe terlalu banyak dapat menyebabkan dampak negatif untuk sebagian orang. Sebagai informasi tambahan, hal ini diambil dari Healthline Berikut adalah sejumlah risiko yang dapat timbul:

1. Mengakibatkan Rasa Panas di Dada (Heartburn)

Untuk beberapa individu, jahe mampu meningkatkan sekresi asam pada perut secara berlebihan, sehingga menimbulkan rasa panas di area dada.

2. Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Mengonsumsi jahe dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan gangguan pencernaan seperti kembung, diare, atau nyeri perut.

3. Mengurangi Tekanan Darah Dengan Cepat

Jahe mampu memperbesar pembuluh darah, sehingga bisa menyebabkan penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi). Hal ini penting untuk diwaspadai oleh mereka yang sudah memiliki tekanan darah rendah atau tengah menggunakan beberapa jenis obat.

4. Meningkatkan Risiko Pendarahan

Jahe mempunyai kandungan zat pencair darah, sehingga dapat mencegah pembekuan darah. Kondisi ini bisa menjadi risiko untuk individu yang tengah menggunakan obat-obatan sebagai pengencer darah.

Berapakah Jumlah Air Jahe yang Aman untuk Diminum?

Agar dapat merasakan khasiat jahe tanpa khawatir konsumsi berlebih, disaran kan untuk meminum kurang lebih 1-2 gram jahe segar tiap harinya, yang setara dengan separuh sendok teh jahe bubuk atau satu irisan tipis jahe segar di dalam secangkir air panas.

Lebih baik untuk tidak memakan melebihi 4 gram jahe setiap harinya, khususnya untuk wanita hamil, orang dengan masalah pada sistem pencernaan, serta pasien yang tengah minum obat pencair darah.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini