Itu terjadi karena makanan fermentasi memiliki kandungan probiotik serta enzim yang akan bertindak bersama dengan enzim pada buah pepaya. Gabungan tersebut bisa menjejalkan sistem pencernaan atau menyebabkan masalah di saluran cerna.
Susu dan olahannya
Papain merupakan salah satu enzim yang terdapat dalam pepaya. Papain dan Chymopapain yang menyebabkan produksi susu berkurang dan mempengaruhi proses pencernaan dari produk-produk susu yang diolah.
Maka dari itu, memakan jumlah besar pepaya bersamaan dengan susu ataupun yoghurt dapat menyebabkan ketidaknyamanan di perut seperti bengkak dan gas.
Makanan berprotein tinggi
Papain dalam pepaya dapat memecah protein, yang bisa menghambat penyerapan makanan bergizi protein tinggi.
Oleh karena itu, kurangi konsumsi papaya bersamaan dengan daging, ikan, atau tahu dalam porsi besar agar terhindar dari gangguan pencernaan.
Makanan berlemak
Berikutnya, pepaya yang kurang lemak idealnya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan bernilai lemak tinggi seperti hidangan goreng, daging berlemak, atau saus krim.
Gabungan tersebut bisa mengakibatkan buncing atau ketidaknyamanan pada sistem pencernaan akibar perbedaan kadar lemak dengan buah-buahan.
Makanan berminyak
Papaya sebaiknya dihindari untuk dimakan bersamaan dengan makanan yang mengandung minyak atau Gorengan. Hal itu bisa menyebabkan proses pencernaan menjadi lebih lambat dan dapat menciptakan perut kembung serta gas.
Enzim pada buah paprika yang memecah protein dan lemak dapat mengacaukan proses pencernaan serta menyebabkan ketidaknyamanan di perut. Bahkan, kandungan lemaknya bisa mencegah tubuh menyerap nutrisi dari buah tersebut dengan efisien.
Editor : Investigasi Mabes