Tren Sewa Smartphone Lebaran 2025: Waspadai Ancaman Pencurian Data

Foto Investigasi Mabes
Tren Sewa Smartphone Lebaran 2025: Waspadai Ancaman Pencurian Data
Tren Sewa Smartphone Lebaran 2025: Waspadai Ancaman Pencurian Data

investigasimabes.com Lebaran 2025 sudah berakhir. Namun, beberapa kecenderungan yang muncul selama masa mudik dan berkumpul keluarga masih jadi topik pembicaraan, termasuk di antaranya adalah fenomena sewa ponsel pintar.

Satu merek yang paling banyak dicari untuk disewa adalah iPhone. Alasannya supaya pemakai terlihat lebih percaya diri ketika bertemu dengan keluarganya.

Tersembunyi di belakang moda transportasi ini, timbul kecemasan terbaru yaitu ancaman penyalahgunaan data serta penyusupan akun. Ironisnya, sebagian besar orang belum mengenali bahaya bahwa alat transpor sewa dapat menimbulkan kerentanan keamanan signifikan.

"Meskipun praktis untuk menyewa smartphone saat dibutuhkan, tetap ingat bahwa perangkat tersebut dapat menampung riwayat data pribadi Anda," ungkap Niki Luhur, Pendiri sekaligus Group CEO VIDA, sebuah firma yang mengelola identitas digital.

Dia menjelaskan, banyak orang tak menyadari bahwa dengan menyewa ponsel pintar lalu memanfaatkannya untuk masuk ke akun digital atau melengkapi informasi pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan foto diri (selfie), sebenarnya mereka telah membuat jalan bagi tindak kriminal daring.

"Pelaku penipuan tidak perlu membobol sistem, karena lubang kerentanan tersebut sangat besar, melibatkan data yang disimpan secara otomatis, tembolok aplikasi, sampai akses residu pada iOS atau Android milik pemilik sebelumnya. Berbekal hal ini, mereka dapat merebut kendali atas akun siapapun dalam waktu singkat, fenomena yang dikenal sebagai Akuisisi Akun," jelas Niki.

Menyadari hal tersebut, dia menyarankan kepada publik agar lebih berhati-hati dalam penggunaan perangkat yang disewa. Lebih-lebih lagi saat masuk ke layanan vital seperti bank online, dompet elektronik, belanja daring, sampai jejaring sosial.

Sebab itu, penggunaan alat pinjaman ini mengandung potensi bahaya keamanan yang signifikan, khususnya apabila dipakai untuk proses login, melakukan transaksi, atau memverifikasi identitas digital.

Berikut ini adalah poin-poin utama dari laporan VIDA terkini dengan judul "Where’s The Fraud? The State of Authentication and Account Takeovers in Indonesia". Laporan tersebut menyoroti beberapa temuan mengenai risiko-risiko serius yang mungkin timbul ketika menyewa sebuah smartphone.

1. 97% dari perusahaan di Indonesia telah mengalami kasus Penjarahan Akun selama 12 bulan terakhir.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini