Bupati berharap kepada muda enterpreneur yang mengikuti pelatihan untuk belajar sungguh-sungguh."Apabila kita punya skill, apabila kita punya kemampuan, apabila kita rajin, ulet, saya yakin akan berhasil," ucapnya.
Ia juga berharap kepada para muda enterpreneur itu harus bisa memahami, apakah nantinya mau berjualan sembako, atau usaha di bidang pertanian. Apakah ingin menjadi pengusaha di bidang supplier dan sebagainya, sehingga dipahami lebih spesifik."Nanti output dan outcome-nya melahirkan muda enterpreneur, setelah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan, maka bukan hanya mendapatkan sertifikat saja. Tetapi harus ada implementasinya. Apakah ingin buka usaha di rumah atau di tempat yang sudah ada atau bagaimana setelah mudah-mudahan sudah memiliki modal usaha," katanya.
Apabila belum memiliki modal usaha, kata dia, kemudian yang bersangkutan sudah dikatakan mampu dan siap bersaing, pemerintah sudah menyediakan modal usaha melalui BPR Kertaraharja dan Bank BJB, yaitu melalui program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan."Maka kami berharap muda enterpreneur yang saat ini diberikan pembekalan dan pelatihan jangan disia-siakan," ujarnya.
Endang PA ( JBR ) Editor : Investigasi Mabes