"Anak tersebut merindukan sang ayah, lalu ibunya memberi saran, 'baiklah, coba saja berpura-pura hilang', supaya bapaknya dapat menyadari dan akhirnya datang," jelasnya.
Dia menyatakan dengan tegas bahwa berita tentang anak yang hilang itu hanyalah buatan belaka.
"Jadi itu hanyalah sebuah pemalsuan, agar sang bapak bisa kembali dan bertemu dengan anaknya. Bukan perampokan," tegasnya. (mcr19/jpnn)
Editor : Investigasi Mabes