“Kami berharap bisa tertangani secara tuntas karena ruasnya panjang dan butuh anggaran besar,” tuturnya.
Nugroho menambahkan, DPUTARU berkomitmen untuk terus melanjutkan pemeliharaan dengan metode yang tepat dan efisien. Dalam pelaksanaannya, pihaknya tetap memperhatikan kondisi anggaran dan mutu pekerjaan. Ke depan, penanganan juga akan difokuskan pada sembilan titik rawan seperti tebing dan jembatan yang berpotensi rusak saat musim hujan.
Hingga awal Juni 2025, dari total anggaran pemeliharaan sebesar Rp4,5 miliar, sekitar 50 persen telah terserap. DPUTARU juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp10 miliar dalam Perubahan APBD 2025 untuk mendukung pemeliharaan rutin.
“Kami berharap dengan tambahan anggaran ini bisa menangani lebih banyak ruas jalan hingga akhir tahun. Tidak menutup kemungkinan akan ada dukungan dari insentif fiskal untuk peningkatan jalan,” pungkas Nugroho. (Sumber/kominfo)/syfdn
Editor : RedakturSumber : Team