“Dulu kami hanya bisa lihat dari jauh sekolah lain ikut ANBK, sekarang kami bisa ikut juga. Internet ini bukan hanya alat bantu, tapi semangat baru bagi kami di pedalaman,” ungkap M. Yusuf, Kepala Sekolah SDN 15 IX Koto.
Teknologi Starlink menjadi pilihan utama karena mampu menjangkau wilayah tanpa sinyal seluler dan kabel optik.
Kepala Dinas Pendidikan, Bobby Perdana Riza, menyampaikan bahwa keputusan memilih 17 sekolah penerima berdasarkan pemetaan menyeluruh terhadap blank spot Dharmasraya.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak di Dharmasraya yang tertinggal hanya karena masalah sinyal. Dengan Starlink, semua bisa terjangkau,” ujarnya.Tak hanya perangkat yang dipasang, biaya langganan internet pun ditanggung untuk beberapa bulan awal. Artinya, para guru dan siswa bisa langsung memanfaatkannya tanpa harus menunggu proses penganggaran baru.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim buru berita