Bagi Bupati Annisa, ini bukan akhir dari misi, melainkan awal dari perjuangan panjang menuju keadilan pendidikan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa setiap anak Dharmasraya berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang setara, tanpa melihat peta.
Kini, dengan internet yang menyala di ruang-ruang kelas kecil di balik bukit dan hutan, anak-anak itu punya peluang baru. Tak sekadar membuka Google atau YouTube, tapi membuka masa depan.
“Karena setiap anak berhak terhubung dengan dunia, dari mana pun mereka berasal,” begitu kira-kira semangat yang mengalir dari Dharmasraya hari ini. (Red). Editor : Investigasi MabesSumber : Tim buru berita