Ia mengatakan bahwa layanan adminduk saat ini telah menjadi fondasi dari seluruh layanan publik lainnya. Semua program pemerintah, baik bantuan sosial, pendidikan, layanan kesehatan, hingga perizinan usaha, berbasis pada data kependudukan yang valid dan akurat.
"Maka kita dituntut untuk terus meningkatkan kecepatan, ketepatan, keamanan dan kemudahan akses dalam layanan adminduk. Salah satu tantangan yang kita hadapi adalah digitalisasi pelayanan. Ini bukan sekadar tuntutan teknologi, tetapi kebutuhan nyata masyarakat," tuturnya.
Oleh karena itu, Ruli berharap pelayanan online yang terintegrasi semakin ditingkatkan, termasuk melalui aplikasi BDS yang dapat diakses masyarakat kapan saja dan di mana saja.
"Sebagai pendukung, kami juga telah merealisasikan 140 mesin ADM yang tersebar di desa dan kelurahan untuk mempermudah pencetakan dokumen secara mandiri, kecuali KTP Elektronik yang masih diatur secara ketat oleh pemerintah pusat," katanya.Pada momentum bimtek ini, ia menitipkan pesan kepada para peserta bimtek serta jajaran Disdukcapil untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan pelayanan prima, menjaga validasi dan keamanan data dengan prinsip kehati-hatian, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap proses pelayanan.
Editor : RedakturSumber : Team