Panitia menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah mempererat kebersamaan lintas generasi. “Dari anak SD, pelajar SMP, para ibu-ibu, hingga guru-guru PGRI, semuanya menunjukkan semangat yang sama: menjaga kekompakan, menanamkan kedisiplinan, dan memupuk rasa cinta tanah air,” ujar salah satu panitia.
Perayaan tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, menjadi pengingat bahwa semangat juang para pahlawan tetap hidup di hati masyarakat Takalar, dari yang muda hingga yang tua.
(Gassing Tombong) Editor : RedakturSumber : Team