Kasus SPMB 2025 hanyalah gejala dari penyakit lama: tata kelola pendidikan yang buruk, minim perencanaan dan absennya keberpihakan pada anak.
Setiap tahun masalah serupa muncul dengan wajah berbeda. Tahun ini murid dipindahkan, tahun depan bisa jadi giliran orang tua dipaksa mencari sekolah swasta dengan biaya lebih tinggi, sementara kemampuan orang tua masih belum menjangkau
Kalau manajemen diknas dalam penerimaan murid baru tetap rapuh, tiap tahun akan ada korban baru, begitu terus menerus.
"Dinas Pendidikan harus merubah tata kelola buruknya sistem yang ada didalamnya, seluruhnya, pungkas Nadia(Redho)
Editor : RedakturSumber : Team