Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius tentang kualitas pengawasan proyek dan standar pelaksanaan di lapangan. Jalan yang belum seumur jagung sudah mengalami kerusakan jelas mengindikasikan adanya potensi kelalaian, baik dari kontraktor maupun pengawas lapangan.
Sementara itu, saat wartawan mencoba meminta komentar dari pihak kontraktor di lokasi proyek, yang bersangkutan memilih bungkam.
Situasi ini semakin mempertegas pentingnya pengawasan ketat terhadap setiap proyek infrastruktur, agar kualitas jalan sesuai spesifikasi dan anggaran tidak terbuang sia-sia. (*) Editor : RedakturSumber : Team