Geliat Trah Kesultanan Cirebon Mendirikan Paguyuban

Foto Investigasi Mabes
Geliat Trah Kesultanan Cirebon Mendirikan Paguyuban
Geliat Trah Kesultanan Cirebon Mendirikan Paguyuban

Investigasimabes.com l Cirebon -- Berawal dari Perbincangan dan diskusi kecil di kalangan Trah Natakusuma, Kerabat dan keturunan Dari Kesultanan Kanoman Cirebon yang dicetuskan Oleh salah seorang Sanak Keturunan Kesultanan Kanoman yang berdomisili di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon . Sosok ini Bernama Elang Jumhana Bin Elang Demak Natakusuma yang notabene adalah Putra Dari Trah Natakusuma Kesultanan Kanoman . Wacana ringan terjadi meski tanpa konsep dan konteks yang memenuhi Kaidah primer dalam sebuah pembentukan Organisasi, namun atas keseriusan dan semangat Kebersamaan gairah mendirikan suatu Paguyuban dengan misi mempersatukan tali kebersamaan dan wadah Silaturahmi bagi Trah Kanjeng Sunan Gunungjati Khususnya diwilayah Cirebon Timur telah mampu mencetuskan idea dasar bagi terbentuknya Paguyuban dengan Nama yang awal diajukan adala “Paguyuban Kesultanan Cirebon “ .

Namun setelah Elang JUmhana ini mencoba menemui beberapa family yang masih ada garis Trah dari Kanjeng Sinuhun Sunan Gunungjati seperti Rd. H. Hasan Basori ( Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cirebon dari PKB ,Periode 2024-2029) yang juga memiliki garis Trah dari Keturunan , selain itu ditemui juga Tokoh Pinisepuh dari Kerabat Keturunan Pangeran Nurbuat Desa Leuwidinding yakni Rd. H. Toif Arif Safrudin serta Mama Elang Santika dari Trah Pangeran Gebang . Dari hasil diskusi serta penjajakan pendapat dari segenap family serta pinisepuh yang masih Jumeneng terbentuklah Panitia Inti sebagai modal awal Untuk berdirinya sebuah Organisasi berupa Paguyuban , Namun dengan pertimbangan dari beberapa pendapat sementara Nama Paguyuan Kesultanan Cirebon ini dirubah bagi penyempurnaan nya menjadi PAGUYUBAN WARGI KESULTANAN CIREBON . Hal ini dilakukan karena mengingat Keberadaan Paguyuban ini dimulai dari Trah yang beada di Luar Lingkungan Kesultanan Cirebon, dan Untuk lebih memfasilitasi para simpatisan wargi Cirebon baik dari Trah ataupun dari Kalangan manapun . Ketika awak Media mencoba mengkonfirmasi ihwal visi misi, pergantian nama dan upaya legalitas serta sinkronisasi antara Paguyuban dengan Pihak Kesultanan sendiri Elang Jumhana memaparkan bahwa Untuk kedepannya setelah Paguyuban ini Terbentuk Kami selaku Penggagas yang menginisiasi berharap agar ini bisa menjadi Gerakan Pembaharu dan pemersatu diantara Semua Trah tanpa memandang darimana Berasal karena Sejatinya Semua kesultanan di Cirebon adalah Pewaris Tauladan Kanjeng sinuhun , tanpa kecuali Ujarnya .

Ditempat yang berbeda saat rapat kecil di gelar di kediaman Rd. H. Hasan Basori di Perumahan Kemuning Sindanglaut beberapa pekan lalu didapat keterangan yang dipaparkan oleh Rd. Hasan Basori bahwasanya Agenda awal setelah resmi Terbentuk Paguyuban ini adalah menetapkan hari Haul Bagi Kanjeng sinuhun Sunan Gunungjati, karena selama ini dari b eberapa Walisongo hanya Haul Sunan Gunungjati yang tidak sepopuler Walisongo yang lain, sebagai anak cucunya kita seyogyanya ngamumule( bs Sunda-Melestarikan) Tradisi Religi ini agar menjadi amal soleh serta menjadi gerbang bagi terjalinnya slaturahmi segenap Trah dan wargi .

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Organigram sementara dari struktur Organisasi Paguyuban ini Masih dalam penyesuaian namun sudah ada yg ditunjuk , antara lain Untuk Ketua diamanahkan Kepada Rd. H. Hasan Basori, Untuk Wakil Ketua oleh Elang Jumhana SE. , sekertaris Rd. Ujang danuamijaya,wakil sekretaris Rd. Muhammad Anshori, Bendahara Ali . selain itu Elang Jumhana mengtakan bahwa masih sangat banyak hal2 yang akan kita bahas dan upayakan bagi kemaslahatan bersama melalui kiprah Paguyuban ini Pungkasnya .

Cirebon|jawabarat|Kaperwiljabar|Suherman

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan


Berita Terkait
Terkini