InvestigasiMabes.com |Takalar, 25/12/2025 – Di pelosok Desa Sawakung Beba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, ada nama yang tak akan terlupakan dalam sejarah sepak takraw Daeng Gassing. Selama tiga dekade, dari tahun 1987 hingga 2020, ia menjadi sosok legendaris yang membawa nama desa dan kabupaten ke panggung kompetisi tingkat provinsi bahkan nasional.
Perjalanan Daeng Gassing di dunia sepak takraw dimulai pada tahun 1987, ketika ia masih berusia remaja. Pada waktu itu, sepak takraw di desa hanya dimainkan sebagai hiburan semata, tanpa struktur tim yang jelas atau pelatihan teratur. Namun, hasratnya yang besar terhadap olahraga ini membuatnya berusaha keras mengasah keterampilan. Ia sering berlatih sendirian di lapangan sawah yang diubah menjadi lapangan sepak takraw sementara, bahkan ketika malam hari tiba dan cahaya hanya dari mentari terbenam.
Pada tahun 1987, Daeng Gassing berhasil membentuk tim sepak takraw pertama di Desa Sawakun Beba, yang diberi nama "Takalar Maju ". Bersama teman-temannya, ia berpartisipasi dalam turnamen tingkat kecamatan dan kabupaten. Meskipun awalnya mengalami kesulitan dan sering kalah, mereka tidak menyerah. Dengan dedikasi dan kerja keras yang terus-menerus, timnya mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Tahun 2000menjadi tahun kemenangan bagi Daeng Gassing dan timnya. Mereka memenangkan turnamen sepak takraw tingkat sulsel , yang menjadi pencapaian terbesar dalam karirnya. Kemenangan ini tidak hanya membuat nama Desa Sawakung Beba dikenal, tetapi juga memberikan semangat bagi generasi muda di sekitar untuk terlibat dalam sepak takraw.
Selama tahun-tahun berikutnya, Daeng Gassing terus memimpin timnya meraih prestasi di berbagai turnamen. Ia juga aktif berpartisipasi dalam pengembangan sepak takraw di daerahnya, dengan mengajar anak-anak muda keterampilan dan nilai-nilai olahraga. Banyak dari murid-muridnya kemudian menjadi pemain sepak takraw yang berbakat dan melanjutkan kesuksesan yang dimulai oleh gurunya.
Editor : RedakturSumber : Team