Di Kecamatan Sluke, longsor juga terjadi pada tebing rumah di Desa Sanetan dengan panjang longsoran sekitar 15 meter dan lebar 4 meter, menyebabkan kerugian sekitar Rp30 juta.
Sementara itu, di Kecamatan Sluke tepatnya di Desa Labuhankidul, satu unit rumah milik warga roboh akibat hujan deras dan kondisi bangunan yang sudah lapuk. BPBD bersama pemerintah desa dan warga melakukan kerja bakti membersihkan puing, dan saat ini korban mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu pembangunan rumah sementara.
Sri Jarwati juga menyoroti longsor di Dukuh Kanung, Desa Tlogotunggal, yang melibatkan bangunan permanen berupa gudang tembakau di bantaran sungai. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan BWS karena lokasi tersebut masuk wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Grawan, di mana pembangunan bangunan permanen di bantaran sungai tidak diperbolehkan.
“Karena itu di bantaran sungai yang menjadi tanggul sungai, secara aturan tidak diperbolehkan,” terangnya.Selain itu, kejadian pohon tumbang dilaporkan di Desa Kepohagung, Kecamatan Pamotan, serta Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan. BPBD bersama relawan dan warga setempat segera melakukan evakuasi agar akses jalan kembali normal.
Editor : RedakturSumber : Team