“Penanganan setelah kejadian memang ada. Tapi yang perlu dipertanyakan, apakah sistem peringatan dini, edukasi kebencanaan, dan kesiapan bangunan publik sudah benar-benar disiapkan?” katanya.
Kerusakan rumah warga dan fasilitas pendidikan, menurut Ali Sodikin, seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Ia mempertanyakan apakah bangunan publik, khususnya sekolah, telah dirancang dengan mempertimbangkan risiko bencana.
“Kalau bangunan tidak berbasis mitigasi bencana, maka kerugian ini bukan semata karena cuaca ekstrem, tapi juga akibat kebijakan yang abai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ali Sodikin mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem bukan hal baru di Lampung Timur. Tanpa evaluasi menyeluruh, transparansi kebijakan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, bencana serupa berpotensi kembali terulang.
“Kalau tidak ada perubahan nyata, ini hanya akan menjadi siklus tahunan yang terus memakan korban,” pungkasnya.(Rusman Ali)
Editor : RedakturSumber : Team