Khusus kepada Kasi Intelijen, Kajari menekankan bahwa bidang intelijen merupakan salah satu tugas paling strategis dan kompleks di lingkungan kejaksaan. Fungsi intelijen mencakup deteksi dini, pengamanan pembangunan, hingga pengumpulan data dan informasi sebagai dasar kebijakan penegakan hukum.
"Kasi Intelijen ini tugasnya paling berat karena mencakup segala bidang. Informasi menjadi kunci. Saya berharap segera beradaptasi, apalagi belum pernah bertugas di Lampung. Pertahankan prestasi yang sudah baik dari pejabat sebelumnya, bahkan kalau bisa harus lebih baik," tegasnya.
Menurut Pofrizal, tantangan penegakan hukum saat ini semakin dinamis dan multidimensi. Karena itu, soliditas tim, kecepatan membaca situasi, serta respons terhadap potensi gangguan hukum menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung program pembangunan.
Sementara itu, kepada Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Kajari menekankan pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas. Pengelolaan barang bukti serta pemulihan aset negara, katanya, harus dilakukan secara transparan, tertib administrasi, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan."Bidang pemulihan aset dan pengelolaan barang bukti menyangkut kepercayaan publik. Kelola dengan baik, tertib, dan profesional. Jangan sampai ada celah yang dapat menurunkan citra institusi," pesannya.
Editor : RedakturSumber : Team