InvestigasiMabes.com | Pasaman — Dalam rangka mengoptimalkan pembelajaran di bulan suci Ramadhan, MTsN 4 Pasaman melaksanakan sistem pembelajaran blended learning yang dipusatkan di Masjid Syuhada Equator Bonjol. Program ini dirancang agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual peserta didik selama bulan puasa.
Pembelajaran pada bulan Ramadhan ini dilaksanakan dengan sistem kombinasi daring dan luring secara bergantian setiap minggu untuk siswa kelas VII dan VIII. Skema ini diterapkan guna menjaga keseimbangan antara efektivitas pembelajaran dan kondisi fisik siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Sementara itu, siswa kelas IX tetap melaksanakan pembelajaran secara penuh luring. Kebijakan ini diambil mengingat siswa kelas IX akan segera menghadapi ujian, sehingga diperlukan pendampingan dan penguatan materi secara langsung dan intensif dari para guru.
Kegiatan luring bagi kelas VII dan VIII tidak hanya berfokus pada materi akademik, tetapi juga banyak diisi dengan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, kultum, diskusi keislaman, serta pembiasaan ibadah harian. Dengan demikian, pembelajaran di bulan Ramadhan menjadi lebih bermakna dan mampu membentuk karakter religius siswa.Kepala MTsN 4 Pasaman, Indria Fitri S.Ag, M.MPd menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan blended learning ini. Beliau menegaskan bahwa inovasi pembelajaran di bulan Ramadhan bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, fleksibel, dan tetap berkualitas tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah siswa.
Editor : RedakturSumber : Team