InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Ketua Umum Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) Bondan Madani, mendesak Presiden Prabowo untuk keluar dari Keikutsertaan Indonesia di Board Of Peace (BOP) bentukan Donald Trump Presiden Amerika Serikat.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang lahir dari penolakan terhadap penjajahan. Hal itu dipertegas dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
"Sejarah mencatat, Indonesia merupakan negara yang mempelopori Konfrensi Asia-Afrika (KAA) dan gerakan Non Blok. Artinya negara kita memiliki rekam jejak atau track record sebagai pioner penting dalam berbagai permasalahan maupun dinamika dunia," Kata Bondan Madani, Senin, 09 Maret 2026.
Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjelaskan Board Of Peace digagas oleh Presiden Amerika Serikat dan anggotanya ada Perdana Menteri Israel yang melakukan penjajahan terhadap Palestina, dan dalam keanggotaanBOPtidak ada negara Palestina. Apalagi, Donald Trump yang memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel. Bahkan, serangan itu menelan korban jiwa serta berpotensi menjadi Perang Dunia."Bagaimana mungkin orang yang membuat kekacauan dunia menjadi ketua dewan perdamaian dunia. Awal tahun kita disuguhkan dengan penangkapan Presiden Venezuela oleh USA, kemudian Donald Trump memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel. Apakah kita masih mau bergabung dengan Board of Peace yang katanya forum perdamaian, namun menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri," Ujarnya.
Editor : RedakturSumber : Team