Lebih lanjut, Polda Kaltim juga mengembangkan model sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media melalui penerapan metode zero waste system. Sistem ini mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, hingga pengolahan kompos sehingga lebih efisien dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Sebagai langkah pengembangan, Polda Kaltim juga menyiapkan program industrial farming dengan total lahan sekitar 275 hektar yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Polres Penajam Paser Utara 25 hektar, Kutai Barat 50 hektar, Kutai Timur 45 hektar, Berau 30 hektar, Kutai Kartanegara 20 hektar, Paser 20 hektar, Bontang 20 hektar, Samarinda 5 hektar, serta pilot project di Polda Kaltim seluas 60 hektar yang berada di wilayah Kutai Kartanegara.
Melalui program tersebut, Polda Kaltim menargetkan perluasan lahan tanam hingga 1.600 hektar pada tahun 2026. Program ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk turut mengembangkan pola pertanian produktif yang berkelanjutan di wilayah Kalimantan Timur. Editor : RedakturSumber : Team