Menjelang Pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT),ke-27 tahun 2026 Pemkab lamtim tak hentinya membuat kebijakan bermasalah dan menuai kecaman

Foto Redaktur
Menjelang Pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT),ke-27 tahun 2026 Pemkab lamtim tak hentinya membuat kebijakan bermasalah dan menuai kecaman
Menjelang Pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT),ke-27 tahun 2026 Pemkab lamtim tak hentinya membuat kebijakan bermasalah dan menuai kecaman

InvestigasiMabes.com | Lampung Timur -Ketersinggungan Masyarakat,Unsur SARA hingga memantik reaksi Keras Masyarakat dan Tokoh Adat,belum reda Persoalan Festival Mighul - Lampung Timur lantas Jumlah Lekuk Lambang Siger yang menuai sorotan terbaru beredar foto Busana yang dipakai dalam pemilihan “ Mulei – Meghanai ” ( Bujang -Gadis ) 2026 yang di nilai keluar dari Pakem serta nilai -nilai Adat dan budaya Lampung ( Tata,Titei,Gemattei & Perattei ) cara Berpakaian,hak pakai [ Pemakai ] khususnya Masyatrakat Adat di Lampung Timur.

Ketua Umum ( Ketum ) Majelis Penyimbang Adat Lampung ( MPAL ) Kabupaten Lampung Timur Sidik Ali ( Suttan Kiyai ),saat dimintai tanggapannya via sambungan telepon mengatakan Tempo hari untuk membantu mendinginkan suasana, menjaga kondusifitas dan stabilitas pemerintahan atas Kegaduhan Jumlah Lekuk Siger pada logo kami memberi atensi dan masukan kiranya Pemerintah dalam membuat Kebijakan utama mengenai Suku,Adat,Agama,Ras intinya mengarah unsur SARA mengedepankan prinsip-prinsip Kecermatan,Ketelitian dan Kehati-hatian hal tersebut masuk katagori sensitif dan krusial yang rentan efeknya bisa fatal katanya.

Aturan dan Tatanan atau tata,titi yang belaku dan sifatnya mengikat dalam khasanah Budaya Masyarakat Adat Lampung jadi tidak boleh ngawur dan sembarangan,jangan merasa diri lebih pandai dan mengerti .

Jika berulang kali berarti tidak menghargai " ini sama saja Pelecehan dan penghinaan kultur namanya ",apa perlu CAKAK LALANG , TURUNKEN CEPALO SERTO DENDO SESUAI HUKUM ADAT juga melalui Tim Hukum MPAL kami akan Perkarakan dan Pidanakan dengan sangkaan melakukan Pelecehan,Penghinaan dan Penistaan terhadap Adat dan Budaya Lampung ucap Suttan Kiyai dengan nada kesal .

Hampir tiga dekade Bumei Tuwah Bepadan lampung timur ini berdiri baru di zaman ini kecerobohan demi kekerobohan dalam kaitan adat istiadat diulangi .

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan


Berita Terkait
Terkini