InvestigasiMabes.com | Peradaban — Menjelang rencana aksi demonstrasi 21 April di Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim, penguatan pengamanan mulai dimatangkan. Pemkot Samarinda bersama aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat menggelar konsolidasi guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional, namun harus dilakukan secara tertib dan damai. Ia mengingatkan potensi adanya penyusup yang dapat memicu gangguan keamanan.
“Mengantisipasi jangan sampai ada penyusup yang justru merusak tujuan utama dari penyampaian aspirasi itu sendiri,” tegasnya.Selain pengamanan di lapangan, Pemkot juga menyoroti potensi provokasi di media sosial. Masyarakat diimbau lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi guna menghindari hoaks yang dapat memicu eskalasi.
Andi Harun memastikan aparat akan mengedepankan pendekatan humanis dengan memfasilitasi jalannya aksi agar tetap tertib tanpa tindakan anarkis. Ia berharap aksi berjalan damai sekaligus menjadi cerminan kedewasaan demokrasi warga.
Di akhir, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas daerah, dengan tetap menghormati hak publik untuk beraktivitas secara aman dan nyaman.
Editor : RedakturSumber : Team