Menurutnya, tantangan utama koperasi saat ini meliputi akses permodalan, akses pasar, dan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM menyediakan pembiayaan berbunga rendah sekitar 3 persen khusus bagi koperasi.
“LPDB ini adalah ‘bank-nya koperasi’. Manfaatkan peluang ini dengan pengelolaan yang profesional agar dipercaya pasar,” ujarnya.
Selain itu, Kementerian Koperasi juga tengah mengembangkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terintegrasi secara digital dan berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan dukungan penuh pemerintah provinsi dalam memperkuat koperasi, termasuk membuka akses permodalan, pasar, hingga peluang ekspor.“Kami siap menghadirkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian, Bea Cukai, hingga perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan seperti alpukat, kakao, dan nanas,” katanya.
Editor : RedakturSumber : Team