Berdasarkan keterangan tenaga kesehatan BRSPD, korban diketahui menjalani observasi medis karena memiliki riwayat sakit TBC serta beberapa kali melakukan percobaan melukai diri sendiri. Sementara hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya bekas jeratan di bagian leher dan dugaan sementara penyebab kematian akibat gagal pernapasan karena sumbatan jalan napas.
Dokter Puskesmas Margorejo yang melakukan pemeriksaan, dr. Sigit Prawoto menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan luar ditemukan adanya bekas jeratan di leher korban. “Kami menemukan tanda jeratan melingkar pada leher, serta tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada bagian tubuh lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan sementara mengarah pada gangguan pernapasan. “Dugaan penyebab kematian sementara adalah gagal pernapasan akibat sumbatan jalan napas. Namun seluruh hasil pemeriksaan sudah kami sampaikan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” tambah dr. Sigit Prawoto.
Kapolresta Pati melalui KA SPKT Polresta Pati IPDA Sismiyarto menyampaikan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat begitu menerima laporan dari Polsek Margorejo. “Personel langsung menuju TKP bersama Reskrim dan INAFIS untuk melakukan penanganan awal serta memastikan situasi aman dan kondusif,” ujarnya.Selain melakukan penanganan secara profesional, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses penanganan kejadian tersebut. “Kami mengedepankan langkah humanis dan komunikasi dengan keluarga korban agar seluruh proses berjalan baik,” tambah IPDA Sismiyarto.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim