Di akhir sambutannya, beliau memohon maaf kepada seluruh orang tua dan santriwati. “Jika selama pengasuhan ada teguran atau kata-kata yang terasa menyakitkan, itu semua kami lakukan demi memotivasi dan membentuk karakter mereka. Kami berpesan, jagalah selalu hafalan dan akhlak kalian, jadilah pribadi yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an di mana pun berada.”
Rasyid juga menceritakan perjuangan mempertahankan pondok ini. “Ini adalah angkatan ketiga kami. Hingga saat ini kami belum memiliki donatur tetap. Biaya operasional sepenuhnya ditanggung oleh saya dan istri, yang keduanya berstatus PNS. Kami berharap ke depannya ada pihak yang berkenan membantu agar program mulia ini dapat terus berjalan dan mencetak lebih banyak penghafal Al-Qur’an.”
Rasa terima kasih yang mendalam pun disampaikan oleh perwakilan orang tua santri, Drs. Ali Nurdin. Orang tua dari Olivia Natasya Ranchani ini dengan suara yang terisak, ia mengungkapkan kekagumannya. “Kami menyumbang sekitar Rp600.000 per bulan, yang kami sadari sangat jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan makan dan belajar. Namun berkat pengorbanan dan ketulusan Pak Rasyid beserta istri, Ani Sunarti, anak-anak kami tetap sehat dan berhasil. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan surga-Nya.”
Sebagai penutup, ia juga memohon maaf atas segala kekurangan dari pihak orang tua selama putri mereka menuntut ilmu di pondok tersebut. “Kami mohon maaf jika ada keterlambatan dalam hal sumbangan atau hal lain yang kurang berkenan. Semoga silaturahmi dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua.” ( NT/ Red ) Editor : RedakturSumber : Team