Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bengkalis, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkalis, para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang selama ini berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak yang hadir menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Kabupaten Bengkalis. Perbedaan agama, suku, adat istiadat, dan latar belakang sosial bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan silaturahmi yang telah terjalin dengan baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
Kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kabupaten Bengkalis memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat persaudaraan, serta mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera. Dengan semangat persatuan dan toleransi yang terus terpelihara, Kabupaten Bengkalis diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang mampu menjaga harmoni dalam keberagaman demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan bersama. Editor : RedakturSumber : Team