Kehadiran Sherly Tjoanda dalam kegiatan nasional itu turut menjadi perhatian publik. Sebagai kepala daerah perempuan di Maluku Utara, Sherly dikenal aktif menghadiri berbagai agenda nasional yang berkaitan dengan pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi di kawasan kepulauan.
PENAS XVII sendiri menjadi ajang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, nelayan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui kegiatan ini, berbagai inovasi, teknologi, dan kebijakan sektor pertanian dan kelautan diperkenalkan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran petani dan nelayan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pemerintah, kata Presiden, akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program yang bertujuan meningkatkan produksi pangan, memperkuat infrastruktur pertanian, serta memperluas akses pasar bagi hasil produksi masyarakat.
Di tengah jalannya acara, momen penyebutan nama Sherly Tjoanda dan respons meriah dari peserta menjadi salah satu perhatian tersendiri. Banyak peserta terlihat tersenyum dan menikmati suasana santai yang tercipta setelah candaan Presiden tersebut.Sambutan hangat yang diberikan warga Gorontalo kepada Sherly dinilai mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap para pemimpin daerah yang hadir dalam agenda nasional tersebut. Momen itu sekaligus menjadi gambaran keakraban yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya bersama membangun sektor pertanian dan perikanan Indonesia.
Editor : RedakturSumber : Team