Peduli, Titirloloby Angkat Bicara, Pembangunan Gereja Katolik Amdasa

Foto Investigasi Mabes
Peduli, Titirloloby Angkat Bicara, Pembangunan Gereja  Katolik Amdasa
Peduli, Titirloloby Angkat Bicara, Pembangunan Gereja Katolik Amdasa

InvestigasiMabes.com l Saumlaki - Salah satu Tokoh Masyarakat, Moses Titirloloby merasa peduli, dan angkat bicara terkait pembangunan gedung Gereja Katolik di desanya yakni Desa Amdasa, Kecamatan Wertambrian-Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Provinsi Maluku yang dikerjakan sejak bulan Juli silam hingga kini seakan tidak berjalan maksimal.Dirinya mengungkapkan keprihatinannya kepada salah satu wartawan media ini di desanya. ia (Moses-red), yang akrab disapa Carles Titirloloby tersebut, merasa bingung karena segalah pekerjaan Gedung Gereja tidak berjalan lancar sampai saat ini hingga dirihnya menyampaikan kepada media untuk dirilis beritanya Kamis, 26/10/2023. Sekitar pukul 09.00 wit.

Menanggapi ungkapan keprihatinan tokoh pemuda tersebut, muncul lagi salah satu warga masyarakat, Salvator Refwalu selaku Ketua Panitia Pembangunan gedung Gereja Katolik Santa Maria Amdasa yang membenarkan pernyataan Titirloloby tersebut.

Kata Salvator, Saya sudah berulangkali minta kesediaan marinyo = ("sese orang yang di tugaskan khusus di dalam sebuah desa untuk memberikan segala informasi"),kepada masyarakat agar terlibat aktif dalam kegiatan bakti tersebut, yang sdh dijadwalkan pada setiap hari senin mulai dari jam 07.00 – 17.00 atau jam 7 sampai jam 5 sore, namun kenyataanya hanya sebagian masyarakat yang menanggapi positif seruan itu,” terangnya dengan penuh kekesalan.Lanjut ia (Salvator, red.),

“Saya berharap kepada Pemerintah Desa (pemdes, red.) Amdasa agar turut proaktif dalam kegiatan ini karena ada keluhan dari beberapa warga bahwa pemdes tidak terlibat aktif dalam beberapa kesempatan kerja bakti,” ungkapnya.Sehubungan dengan tidak maksimalnya giat dimaksud, Titirloloby menyampaikan solusi praktis sebagai usulan bagi panitia, juga kepada Pemerintah Desa setempat. Titirloloby Putra Desa Amdasa itu mengusulkan pergantian hari kerja yang semula ditetapkan pada setiap senin diganti ke hari jumat atau sabtu. Terang, Titirloloby.

Dirinya juga menambahkan bahwa, hari senin itu kan hari pertama dalam setiap pekan dan tidak bisa diganggu. Sehingga apabila Pemerintah Desa tidak terlibat aktif kerja tentu itu sangat dimaklumi. Maka, dirinya mengusulkan kalau boleh digeser ke hari Jumat/Sabtu biar Pemerintah Desa dan Masyarakat bisa lebih aktif lagi dalam kerja bakti tersebut,” ungkapnya.Olehnya itu, Titirloloby berharap kepada Ketua Panitia Pembangunan Gereja agar segera mempertimbangkan usulan pergantian hari kerja dan kepada Pemerintah Desa Amdasa agar lebih tegas mengarahkan masyarakat desa untuk terlibat aktif. Dirinya juga berharap agar pemuda sebagai generasi penerus dan “gereja muda” juga terlibat aktif dalam giat tersebut demi kebaikan bersama.

(Red-RONI.IM 124)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini