Selain itu, jumlah keterisian kamar di rumah sakit yang ada di Kota Ukir nyaris penuh. Di sisi lain, kamar di seluruh Puskesmas di Kabupaten Jepara juga sudah penuh.
”Kasusnya semakin meningkat. Ditambah tingkat kematiannya juga tinggi. Ini menjadi tugas kita bersama,” jelas Eko.
Eko menyebutkan, dari 500 lebih kasus DBD, rata-rata pasien merupakan anak-anak. Begitu juga dengan pasien yang meninggal dunia, didominasi anak-anak.
Melihat tingginya angka penderita DBD, Pemkab Jepara mengimbau seluruh kalangan masyarakat untuk turut dalam pencegahan penyakit DBD.
Pencegahan itu dilakukan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk, di antaranya membersihkan atau menguras tempat penampung air, menutup rapat tempat penampung air serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.(Arif M).
Editor : Investigasi Mabes