Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Rini Inharyani menyebutkan bahwa, kenaikan harga daging ayam dan telur terjadi karena kenaikan harga bahan untuk membuat pakan ternak, salah satunya adalah jagung.
Ia menjelaskan, jagung pipilan saat ini harganya sekitar Rp7.000-an per kilogram. Sehingga, harga pakan ternak saat ini mengalami kenaikan karena kenaikan harga jagung tersebut.
“Harga jagung mahal, dan itu merupakan bahan dari pakan ternak. Itu mempengaruhi harga daging dan telur di pasar,” katanya saat memberikan keterangan.
Diketahui, harga pakan ternak jenis dedak (katul) saat ini di pasaran dijual dengan harga Rp6.000 per kilogram untuk kualitas premium.
Sedangkan untuk kualitas sedang harganya mencapai Rp5.000 per kilogram dan untuk kualitas rendah harganya Rp4.000 per kilogram.
Sementara untuk harga pakan ternak jenis lipur dijual dengan harga sekitar Rp13.000-Rp13.500 per kilogramnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus berupaya dalam menjaga kestabilan harga pangan. Upaya tersebut melalui Operasi Pasar Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), bekerjasama dengan Bulog (Badan Urusan Logistik), dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara.Salah seorang pedagang ayam pedaging di Pasar Ratu Jepara, Kristiyanti mengungkapkan bahwa, kenaikan harga daging ayam ini sudah berlangsung selama satu minggu.
Kristiyanti menyebutkan, harga daging ayam saat ini berkisar Rp36.000 per kilogram. Sedangkan hari biasanya sebesar Rp32.000 per kilogram.
“Sudah semingguan harga daging ayam naik,” ungkap Kristiyanti.
Editor : Investigasi Mabes