MELON : Kau yang Dinanti, Kini Menyayat Hati

Foto Investigasi Mabes
MELON : Kau yang Dinanti,  Kini Menyayat Hati
MELON : Kau yang Dinanti, Kini Menyayat Hati

InvestigasiMabes.com l Pati -- Sebagai konsekuensi dari program konversi Minyak Tanah (MITAN) bersubsidi ke LPG (Liquified Petroleum Gas) tabung 3 kg bersubsidi, Pemerintah telah mengalokasikan subsidi LPG tabung 3 kg sejak tahun 2008. Dari tahun 2008 hingga tahun 2024, kebutuhan belanja subsidi LPG tabung 3 kg atau yang sering disebut gas melon terus meningkat.Dengan bertambahnya permintaan tanpa adanya penambahan kuota, bisa menyebabkan permainan dalam pemasarannya.

Ini terjadi khususnya di Kabupaten Pati, saat menjelang hari raya Idul Fitri harga LPG 3kg bersubsidi pertabung Rp 30.000,00. - Rp 40.000,00, hingga hari ini harga dipengecer pertabung LPG 3K bersubsidi masih diantara Rp 30.000,00.Dengan banyaknya permainan harga di pengecer, hal ini membuat gelisah masyarakat, gas melon LPG 3kg yang katanya subsidi untuk membantu rakyat miskin, yang sangat di nanti tapi kini sangat menyayat hati. Sehingga saat ini menjadi jeritan masyarakat Pati.

Sehubungan harga yang naiik mencapai 100persen lebih, BLN (Barisan Lembaga Nusamtara) yang di nahkodai oleh Sutamto, mengajukan audensi di Disperindag kemarin hari kamis, 25/4/2024,, untuk diketahui sebab terjadinya kelangkaan LPG 3Kg bersubsidi yang kini harganya melambung tinggi di kabupaten Pati.Dari audensi itu Hadi Santosa, AP, MM sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, mengatakan, " Seharusnya tidak terjadi kelangkaan Gas LPG 3Kg bersubsidi, karena setiap tahun kuotanya selalu ditambah, adanya kelangkaan itu di karenakan tanggal 14-16 bulan kemarin ada kendala kapal tak bisa sandar ke dermaga, karena cuaca yang kurang bersahabat, disertai gelombang tinggi,".

Kalo memang kemarin ada kendala yang di sebabkan oleh alam, masyarakat kabupaten Pati berharap minggu ini harga LPG 3Kg bersubsidi, kembali ke harga normal. (Bu,Ri).

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini