InvestigasiMabes.com | Banyuwangi, 24 Juni 2024 – Relawan tim sukses Bupati Banyuwangi dan relawan kontraktor kembali menggelar aksi demonstrasi hari ini untuk menagih janji-janji yang belum terpenuhi oleh pemerintah daerah. Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang berlangsung pada Jumat, 21 Juni 2024 lalu, dengan koordinator aksi Jhon Al'maarif.
Dalam aksi lanjutan ini, Puluhan aksi demon berkumpul di depan kantor Bupati Banyuwangi, membawa spanduk dan poster yang berisi berbagai tuntutan yang sama dengan aksi sebelumnya. Tuntutan tersebut antara lain:
1. Mengakhiri persaingan tidak sehat di bidang pasar jasa koperasi, UMKM, dan perdagangan.2. Meminta mutasi terhadap oknum pegawai SKPD yang dinilai tidak produktif.
3. Menuntut evaluasi terhadap Panitia Pengadaan Barang/Jasa (ULP) yang hanya memeriksa berkas perusahaan dan sertifikat badan usaha (SBU) serta sertifikat keterampilan kerja (SKK) yang telah dibekukan atau dicabut.4. Menghentikan praktik jual beli jabatan oleh oknum pegawai SKPD.
Koordinator aksi, Jhon Al'maarif, dalam orasinya menyatakan, "Kami di sini bukan untuk membuat kerusuhan, tapi untuk menuntut hak-hak kami yang sudah dijanjikan. Kami telah memberikan dukungan penuh selama kampanye dan dalam proyek pembangunan, namun hingga saat ini janji-janji itu belum juga terealisasi."
Aksi demo berlangsung damai namun mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Para aksi demo berharap agar Bupati Banyuwangi atau perwakilannya dapat segera menemui mereka untuk memberikan klarifikasi dan solusi atas permasalahan yang dihadapi.Sejumlah warga Banyuwangi turut menyaksikan aksi ini dengan harapan agar situasi dapat segera diselesaikan secara baik dan tidak berlarut-larut. Mereka juga berharap agar pemerintah daerah lebih transparan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait aksi demo ini. Para aksi demo mengancam akan terus melakukan aksi serupa jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.
Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam di kalangan relawan dan kontraktor terhadap kinerja pemerintah daerah, serta menekankan pentingnya akuntabilitas dan komitmen dalam melaksanakan janji-janji yang telah diberikan.
( Yanto )
Editor : Investigasi Mabes