Kemeriahan Sedekah Bumi Desa Srikandang Jepara, Upaya Melestarikan Tradisi Leluhur dan Wahana Mempererat Kerukunan Antar Warga

Foto Investigasi Mabes
Kemeriahan Sedekah Bumi Desa Srikandang Jepara, Upaya Melestarikan Tradisi Leluhur dan Wahana Mempererat Kerukunan Antar Warga
Kemeriahan Sedekah Bumi Desa Srikandang Jepara, Upaya Melestarikan Tradisi Leluhur dan Wahana Mempererat Kerukunan Antar Warga

InvestigasiMabes.com | Jepara - Pada rabu pagi (03/7/2024) warga Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara berbondong-bondong megikuti tradisi yang dikenal dengan Pager Gesek, sebuah tradisi masyarakat yang dipercaya dapat melindungi desa dari mara bahaya yang akan datang, Kamis (4/7/2024). 

Round down acara sedekah bumi desa Srikandang tahun 2024 meliputi karnaval, Rabu (3/7), senam pagi, sambutan petinggi desa Srikandang, jalan kaki mulai dari lapangan balai desa, melalui rute RW 4, RW 5, RW 7, RW 8, RW 9, RW 10, RW 2, RW 1 sampai MTS DU. Usai karnaval, para peserta disuguhkan Hiburan. 

Hari berikutnya, Kamis (4/7), diadakan Selametan (tasyakuran) di rumah kediaman Ahmad Shohib, petinggi desa Srikandang, dengan menggelar pertunjukan seni tradisional Wayang Kulit dengan dalang ki Soleh Ronggo Warsito, sekaligus sebagai akhir dari acara tersebut. 

Ahmad Shohib, Petinggi Desa Srikandang dalam sambutannya Rabu (3/7) mengatakan, “Kagiatan sedekah bumi ini, dimulai dengan kirab tradisi Pager Gesek, kegiatan yang diagendakan setiap 2 tahun sekali, menurut leluhur, pager atau pagar, tujuannya adalah untuk memagari warga supaya terhindar dari hal-hal yang negatif atau buruk dan kami berharap kepada Allah SWT, semoga warga desa Srikandang senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, limpahan rezeki dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. 

Diketahui, Tradisi Pager Gesek yang dikemas dalam karnaval akbar tahun ini, secara rutin diadakan setiap dua tahun sekali tepatnya di bulan Dzulhijjah. Dalam kegiatan yang dilaksanakan tersebut, dimulai dengan arak-arakan (karnaval) oleh masyarakat desa dengan membawa gunungan tumpeng yang yang terbuat dari hasil bumi seperti sayuran, buah buahan dan rempah rempah yang berasal dari hasil bumi di Desa Srikandang. 

“Ada ada 30 gunungan dalam arak-arakan kali ini, 1 gunungan khusus yang di buat oleh pemerintah desa, lengkap nasi tumpeng dengan lauk gesek ( gimbal ikan asin) yang berjejer yang disebut pager gesek,” jelas Ahmad Shohib. 

Ahmad shohib menambahkan, ”Peserta untuk tahun ini diikuti oleh ribuan warga yang ada di. Desa Srikandang, yang terdiri dari 28 RT di 10 RW, belum lagi partisipasi dari lembaga desa seperti BPD dan LPMD, semua ikut menyuguhkan tumpeng,” imbuhnya. 

Munajad salah satu perangkat desa Srikandang yang ikut berebut gunungan usai diarak sangat bangga dengan digelarnya pesta sedekah bumi ini, “Tadi saya ikut rebutan tumpeng dapet terong dapet buah, nanti sayurnya dimasak di rumah, biar kami sekeluarga dapat berkah," ungkapnya. 

(Arif Murdikanto).

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini