Ruas Jalan Teluk Batang- Sukadana Rusak Berat Mobilitas dan Perekonomian Terancam Lumpuh

Foto Investigasi Mabes
Ruas Jalan Teluk Batang- Sukadana Rusak Berat Mobilitas dan Perekonomian Terancam Lumpuh
Ruas Jalan Teluk Batang- Sukadana Rusak Berat Mobilitas dan Perekonomian Terancam Lumpuh

InvestigasiMabes.com | Kayong Utara - Warga pengguna jalan mengeluh dan merasa resah dengan kondisi jalan yang hancur lebur laksana kubangan lumpur. 

Pemandangan yang mengiris hati itu berada di ruas jalan yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi, tepatnya di sepanjang desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. 

Warga yang melintasi jalan tersebut selalu mengeluh karena kondisi jalan yang nyaris tak ada celah untuk menghindari lobang berlumpur, jangankan bagi pengendara roda empat dan enam, untuk Roda dua dan pejalan kaki saja sulit untuk menghindar. 

Pantauan media di lapangan tampak puluhan kendaraan mobil berjejer antri untuk meloloskan diri. Beberapa pengendara yang lewat sempat di wawancarai mengungkapkan kekecewaan. 

" Jalan sudah macam kubangan kerbau, ada pengurusnya tidak jalan di daerah ini, sehinga jalan dibiarkan seperti ini, " ungkap pengguna jalan yang melintas. 

Juminggu salah seorang supir taksi travel mengatakan, dengan kondisi jalan yang rusak parah tersebut menghambat kelancaran mobilisasi serta menghambat roda perekonomian masyarakat. 

" Dengan kondisi seperti ini, otomatis perjalanan jadi terhambat, roda ekonomi juga berpengaruh, sebab sulitnya transportasi, " kata Juminggu. 

Sebagai pengguna jalan yang aktif melewati jalan yang rusak, Juminggu berharap Pihak berwenang segera memerintahkan kontraktor pelaksana perbaikan jalan yang mana sudah terbit Surat Perjanjian Kerja nya sejak 28 Juni 2024 namun belum ada kegiatan. 

" Kontrak sudah keluar, papan informasi sudah dipasang, seharusnya bulan Juni kemaren sudah dikerjakan namun ini sudah pertengahan Juli belum juga ada kegiatan. Kalau bisa usul agar lobang-lobang di sepanjang jalan di timbun lebih dahulu sisanya kemudian baru di aspal, "ujar Juminggu. 

Di tempat terpisah Tokoh masyarakat, Abdul Rani meminta agar dalam pelaksanaan perbaikan yang akan dilaksanakan agar menjaga mutu dan kwalitas. 

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini