InvestigasiMabes.com | Jepara - Dunia IT belakangan ini semakin berkembang, sehingga membuat pemerintahan baik pusat maupun daerah, belakangan sangat membutuhkan seorang progammer
Kemunculan berbagai startup dan perusahaan berbasis teknologi, menjadi salah alasan dibutuhkannya seorang programmer atau seseorang yang keahliannya menulis kode untuk menciptakan perangkat lunak komputer.
Fahmi Riza Agustya selaku tenaga ahli khusus Programmer di Diskominfo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah kepada awak media, Jumat (2/8/2014) menjelaskan tentang peluang dan tantangan di era baru digitalisasi.
“Teknologi dan Digitalisasi bagai pisau bermata dua, satu sisi memberi dampak positif dan satu sisi yang lain membawa dampak negatif, ” ujar Fahmi lulusan Unisnu Jepara di Fakultas Saintek jurusan Teknik Informatika.
Ia menambahkan, “Dampak positifnya adalah banyaknya platform digital yang bisa digunakan sebagai wadah pemuda untuk mengekspresikan diri dan berkreasi, misalnya YouTube, Facebook, Instagram, dan tiktok, disana para pemuda bisa berkreasi menjadi kontent kreator dan menghasilkan uang, ” imbuh pria kelahiran 1983.
Menurutnya, lanjut Fahmi, sudah tidak zamannya lagi pemuda membawa lamaran mencari kerja, sekarang ini, saatnya pemuda bisa menciptakan pekerjaannya sendiri."Tetapi jangan lengah, karena dibalik kemudahan, kemajuan teknologi digital juga bisa bisa membawa dampak kehancuran, contohnya judi online yang semakin merebak, berita hoaks, kecanduan gadget hingga pencurian data privasi, untuk itu perlu adanya literasi Digital, jangan sampai kita menjadi korban," jelas Fahmi.
Diketahui, sosok Fahmi Riza Agustya yang sekarang sebagai ahli khusus Programmer di Diskominfo Kabupaten Jepara, ia merupakan putra kedua dari pasangan Edy Satiman dan Siti Chasanah yang kedua orangtuanya pernah menjadi seorang guru sekolah dasar di Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Jepara.Diketahui, Fahmi Riza menikah dengan Nurlia Astika dan memiliki anak yang ia beri nama Nayaka Aisyakyra.
Selain sebagai tenaga ahli khusus Programmer di Diskominfo Kabupaten Jepara, ia juga bekerja sebagai Programmer dan cyber security yang tugasnya membuat aplikasi dan menguji keamanan aplikasi.
Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sebagai teknisi jaringan internet di Santel bagian umum Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara.
Editor : Investigasi Mabes