InvestigasiMabes.com | Trenggalek - No viral no justis kata yang tepat untuk Perkara terduga kasus Ruda paksa santriwati sampai hamil Bahakan sampai melahirkan anak. Empat bulan yang lalu ayah korban tersebut melaporkan kepolres Trenggalek namun pihak polres belum menanggapi dengan serius , menurut ayah korban kurangnya bukti bukti," saya sudah melaporkan kejadian pelecehan itu ke polres namun tak ada bukti jawaban pihak polres sehingga menunggu bayi dalam kandungan anak saya melahirkan,"jelasnya.4/10/24.
Dua bulan sudah berlalu santri tersebut melahirkan ayah korban menanyakan perkara itulagi kepolisian namun tak kunjung di tangani," setelah anak saya melahirkan saya langsung ke Polres untuk meminta keadilan namun belum ada jawaban dari pihak polres Trenggalek, pada akhirnya saya dan beberapa warga geram atas tidak di prosesnya laporan saya , alhasil saya dan warga Kampak mendatangi pondok pesantren yang di miliki oleh Supar," terangnya Yanto warga pendemo.
Menurut Yanto pendemo datang dua kali ke pompres itu pada siank hari dan pada malam hari," pada siang hari kita datang namun Supar sembunyi tidak Kunjung keluar untuk dimintai pertanggung jawaban secara hukum, pada malamnya saya dan warga pendemo datang lagi namun tidak kunjung ditumui pada akhirnya kita viralkan Supar di semua medsos alhasil polres Trenggalek mendangapi dan menangani perkara tersebut," tambahnya."Harapan dari keluarga korban pencabulan tersebut tersangka diadili dan dihukum sesuai hukum yang berlaku, karena sudah merusah masa depan anaknya,"imbuhnya (Ft2)
Editor : Investigasi Mabes