InvestigasiMabes.com | Langkat – Warga Desa Kwala Serapuh, khususnya Dusun 3 Lubuk Jaya, Kecamatan Tanjung Pura, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap program pembangunan dermaga yang dimulai pada tahun 2022. Hingga penghujung tahun 2024, proyek tersebut belum juga rampung, memicu ketidakpuasan di tengah masyarakat.
Investigasi lapangan yang dilakukan oleh wartawan Abdul Alamsyah mengungkapkan kondisi dermaga yang terbengkalai tanpa kejelasan progres. Warga merasa frustrasi karena tidak ada transparansi terkait penggunaan anggaran desa dan alokasi dana pembangunan.
“Kami bosan dengan janji-janji. Hingga saat ini, tidak ada kejelasan dari pemerintah desa, terutama Kepala Desa Asanudin, yang kami anggap tidak tanggap terhadap masalah ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menilai Kepala Desa Asanudin kurang proaktif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menyelesaikan proyek dermaga yang dianggap vital bagi aktivitas ekonomi dan transportasi di wilayah tersebut.Situasi ini menyoroti perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa. Masyarakat berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan resmi dan mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan pembangunan dermaga yang telah lama mereka nantikan.
Selain itu, warga menyerukan intervensi dari pemerintah daerah untuk memastikan proyek ini tidak terus mangkrak dan merugikan kepentingan masyarakat. (Candra)
Editor : Investigasi Mabes