Ia meminta anggotanya untuk lebih proaktif dalam mengambil langkah-langkah preventif dan berkoordinasi antar fungsi.
"Saya harap ada inisiatif dari rekan-rekan untuk berkoordinasi dan menjaga kekompakan. Setiap surat perintah yang dikeluarkan harus dilaksanakan dengan tanggung jawab," tegasnya.
Kasihumas Iptu Dwi Prayitna menambahkan bahwa pihaknya telah menempatkan personel di area yang diidentifikasi sebagai trouble spot dan black spot, yang rawan kemacetan dan kecelakaan.
Kehadiran polisi di jam-jam rawan di pagi hari menjadi langkah preventif agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman.
"Kami ingin memastikan aktivitas pagi, seperti anak-anak yang berangkat ke sekolah dan masyarakat yang pergi bekerja, tidak terganggu oleh kemacetan atau insiden lalu lintas yang dapat dicegah," jelasnya.
Dalam pelaksanaan Gatur Pagi, anggota Polres Jepara turun langsung ke lapangan untuk mengatur lalu lintas di lokasi strategis, termasuk area perkantoran, pusat kota, sekolah, dan pemukiman.Kehadiran polisi tidak hanya fokus pada pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah tindak kejahatan di area rawan.
"Kami berharap masyarakat memahami pentingnya Gatur Pagi. Selain membantu kelancaran lalu lintas, kehadiran Polri juga memberikan rasa aman. Ini bukan hanya tentang mencegah kecelakaan, tetapi juga menjaga ketertiban umum dan mencegah tindak pidana," tambah Iptu Dwi Prayitna.
Dengan kehadiran anggota Polri di titik-titik rawan setiap pagi, Polres Jepara berharap dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kemacetan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menciptakan kenyamanan bagi pengguna jalan di wilayah Kabupaten Jepara.
Editor : Investigasi Mabes