Investigasimabes.com |Cirebon -- Di era Pemerintahan ini Baik dari Pemerintahan Pusat hingga ke Pemerintahan tingkat bawah sangat nampak signifikan upaya untuk memajukan berbagai sektor guna meningkatkan Taraf ekonomi sebagai salah satu tolok ukur kesejahteraan warga Masyarakat . Ketahanan Pangan adalah salah satu wacana Unggulan yang disambut baik di berbagai level Pemerintahan , terutama di level bawah , khususnya ditingkat Pedesaan .Berawal dari semangat Ketahanan Pangan yang digaungkan Pemerintah Pusat, Seorang Kepala Desa di Jawa barat tepatnya di Desa Mertapadawetan,Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon . Sosok Kepala Desa di Kabupaten Cirebon Biasa dipanggil dengan sebutan KUWU, yang artinya Kepala Desa yang memerintah Desa melalui Pemilihan Langsung warganya .
Kuwu Munif AR. yang baru 1 tahun lalu dilantik di Desa ini nampak terus berupaya memaksimalkan Kinerja serta mengoptimalkan aset desa yang telah di inventalisir dengan baik namun dirasa belum termanfaatkan secara optimal . Kuwu Munif Berpendapat bahwa jika asset 2 desa yang berupa lahan tidur ini bisa kita optimalkan serta dikelola dengan baik tentu akan bisa menjadi lahan penopang ekonomi , kusunya dibidang pertanian, palawija dan juga Peternakan, hal ini tidak bisa hanya diwacanakan ,namun mari kita semua berpadu dengan segenap kemampuan yang kita miliki , jangan hanya mengandalkan bantuan pusat karena sebagai Desa yang bermartabat kita pasti bisa ,bermodalkan semangat dan keyakinan tentu semua akan bisa kita lewati dengan baik tegasnya.Lahan tidur berupa Tanah Bengkok atau Tanah Carik ini Dengan Luas lebih kurang 6,5 H. ini Terletak di utara desa yang berbatasan dengan Desa Kendal disebelah timur dan Desa Kanci disebelah utara, selama ini Tanah ini hampir tidak termanfaatkan dengan optimal bahkan terkesan dibiarkan tanpa ada hasil yang signifikan, terlebih letaknya ditengah area persawahan dengan akses yang kurang menguntungkan secara geografis karena terhimpit area pemukiman hingga untuk lalu lalang kendaraan tidak seleluasa yang dibutuhkan . Kendati demikian menurut Kuwu Munif bukanlah menjadi suatu alasan untuk hanya berpangku tangan tetapi justru ini harus bisa menjadi ladang kiprah positif yang .
Di area tanah seluas itu Kuwu Munif menyusun Program pemberdayaan dengan agenda pelaksanaan yang telah dipelajari secara teliti serta melalui hasil rapat kordinasi internal di Pemerintahan Desa yang Dia Pimpin . Dengan analisa sederhana namun Rasional Kuwu menyatakan bahwa tanah seluas ini akan digunakan untuk beberapa jenis Usaha agraris serta peternakan yang menjanjikan antara lain Perikanan, Kebun Mangga, Ternak Unggas dan Kambing, semacam Program Tumpang sari Ungkapnya . Soal biaya bisa kita upayakan dan tidak harus terpaku pada jadwal bantuan Pusat, dari Tabungan Pribadi serta sewadaya Masyarakatpun sangat mungkin , karena modal besarnya itu adalah lahan itu sendiri, dan Pemerintah pusat sudah memeri kewenangan atas tata kelolanya, jadi mari kita permudah ,niscaya kesulitan itu akan dapat kita tepis ,paparnya sembari tatapan penuh optimis .Dengan dimulai pelaksanaan proyek optimalisasi fungsi lahan ini selaku Kuwu saya yakin dan tidak menutup kemungkinan para investorpun akan tertarik untuk meng investasikan kapitalnya dan itu bisa memberikan harapan baik bagi kemajuan kesejahteraan perekonomian warga desa dimasa kedepannya .Tahap awal dalam melengkapi sarana secara pribadi saya sudah mengeluarkan lebih dari Rp.7.Juta , namun bagi saya selagi mampu dan ada demi warga saya tentu saja tidak keberatan karena ini adalah modal sebagai kiprah dan bukti kongkrit untuk memulai dan menepis keraguan ,memberi contoh semangat pada segenap warga masyarakat Desa Mertapadawetan ini, Pungkasnya.Cirebon|14|Januari|2025|wakaperwiljabar|Suherman