laksamana.id, JAKARTA — Kurs rupiah berada di posisi 16.411 terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan siang hari ini, Kamis (13/3/2025).
Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini mengalami kenaikan tipis yaitu sekitar 0,25% jika dibandingkan dengan nilai kemarin seperti yang ditunjukkan oleh datanya. Bloomberg , pukul 12:09 WIB.
Di akhir sesi perdagangan Kamis (12/3/2025), nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,27%, mencapai kenaikan sebanyak 43,5 poin menjadi berada di angka Rp16.452 untuk setiap dolar Amerika Serikat. Di periode tersebut juga, indeks dollar AS meningkat sebesar 0,15% hingga menempati posisi 103,57.
Penambahannya Adalah Dividen dari BBCA Sebesar Rp250 Per Saham Tahun 2025, Lihat Bagian yang Untung bagi Pengurus PT Djarum dan para Direktur
Penguatan nilai rupiah tersebut sejalan dengan jadwal Kementerian Keuangan yang baru saja mengungkapkan situasi APBN pada bulan Februari hari ini di awal pagi.
Kementerian Keuangan mengeluarkan rincian APBN untuk bulan Februari 2025 yang menunjukkan adanya defisit sebesar Rp31,2 triliun.
: Utang Total Pemerintah Senilai Rp8.909,14 Triliun, Sementara Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Periode Januari 2025 Sebesar Rp23,45 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kekurangan anggaran negara mencapai 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kekurangan tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya atau pada Januari 2025 yang hanya berada di level Rp23,5 triliun atau 0,10% dari PDB.
"Kepatuhan perpajakan mencapai Rp240,4 triliun atau sebesar 9,7% dari tujuan yang ditetapkan untuk tahun ini, termasuk pendapatan pajak senilai Rp187,8 triliun atau setara dengan 8,6% dari sasarannya," jelas Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang Anggaran Pendanaan Belanja Negara Kami di Departemen Keuangan, Jakarta pada hari Kamis tanggal 13 Maret 2025.
: Cara Menukar Uang Baru untuk Lebaran di Mandiri, BCA, BNI, BRI, dan BSI, Jakarta Terdapat 49 Lokasi
Editor : Investigasi Mabes