Setelah pernikahan, Syarifah beberapa waktu tinggal di Dumai bersama suaminya yang berdinas di tempat tersebut.
Pada tahun 2006, Syarifah pada akhirnya memilih untuk tinggal di Pekanbaru dan mengawali bisnis kerajinan tangan Melayu yang ia namakan Candafa Tekat Tiga Dara.
"Nama ini diambil dari perkumpulan nama ketigah putri saya, ternyata mereka semua adalah gadis," katanya.
Upaya yang dia mulai bersama keluarganya semakin maju dan menjadi populer di kalangan masyarakat.
Produk tersebut juga menonjol karena memiliki karakteristik unik dengan sentuhan Melayu yang kuat.
Wajar saja bila barang dagangannya sering kali menarik perhatian dan hati konsumennya.
Bukan cuma berasal dari Riau, tetapi juga dari luar Riau.
"Ada yang berasal dari Medan, Jakarta, dan beberapa orang dari Kalimantan juga," ungkap sang ibu kepada ketiganya.
Produk kerajinan tangan Candafa Tekat Tiga Dara tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga sering dipesan oleh pembeli internasional.
Terutama dari negara tetangga, Malaysia.
Editor : Investigasi Mabes